Sementara, untuk aksesibilitas ke Luwu, Jembatan Lanrange yang mengarah ke Luwu, Amran Mahmud mengaku pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan dokumen perencanaannya.
“Untuk salah satu jalur alternatif sepanjang 7.732 meter (7,7 kilometer) dengan lebar 6 meter untuk konstruksi beton K-350, dimulai dari Lanrange, Desa Awo, sampai ke Desa Dengeng-Dengeng, Kabupaten Sidrap, kebutuhan anggarannya Rp104 miliar,” jelasnya.
“Sementara, jalur alternatif lainnya sepanjang 12.837 meter (12,8 kilometer), lebar 6 meter, dengan konstruksi beton K-350, dimulai dari Lanrange, Desa Awo, dan juga berakhir di Desa Dengeng-Dengeng, Kabupaten Sidrap dengan kebutuhan anggarannya Rp139 miliar,” tambahnya.
Amran Mahmud menuturkan, nilai tambah yang diperoleh dari peningkatan ruas jalan poros Sidrap – Wajo – Luwu ini adalah memicu lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru serta akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan. dan sektor lainnya. Selain itu, akan memperpendek jarak tempuh masyarakat.
“Olehnya itu. kami meminta perkenan Bapak Gubernur bisa memberikan bantuan keuangan kembali untuk Kabupaten Wajo, khususnya untuk peningkatan ruas jalan tersebut dan pembangunan infrastruktur lainnya. Agar jembatan ini bisa betul-betul dinikmati dan dikenang oleh masyarakat,” harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wajo, Amran, bersama jajaran Forkopimda, para kepala perangkat daerah Pemprov Sulsel, Sekda Wajo, Armayani, bersama para kepala perangkat daerah Pemkab Wajo, Camat Keera dan Camat Pitumpanua bersama masing-masing Muspika, kepala desa, lurah, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Lombok, Sidrap, serta undangan lainnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















