Home / Nasional

Minggu, 27 November 2022 - 08:05 WIB

Sejumlah Nagara Asia Terancam Krisis Populasi Imbas Resesi Seks

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Semakin hari, semakin banyak negara yang mengalami penurunan populasi karena warganya menolak untuk mempunyai keturunan. Resesi seks mengacu kepada risiko krisis demografis karena banyak wanita yang berhenti melahirkan.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu atau dua negara tetapi beberapa negara besar di dunia. Lantas di mana saja negara yang mengalami penurunan populasi? Berikut daftar negara yang dihantui ‘resesi seks’.

“KOREA SELATAN”

Pada 2021, berdasarkan data pemerintah Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan hanya 0,81 persen. Padahal idealnya satu negara harus memiliki tingkat kesuburan 2,1 persen untuk menjaga populasi. Tak hanya itu, di Negeri Ginseng tersebut kini makin banyak anak muda yang tak mau menikah. Para wanita yang sudah menikah juga memilih untuk tidak hamil.

Baca Juga:  Gubernur DKI Jakarta Anies - Riza Bersihkan Ruang Kerja Selesai Bertugas

Tidak ada angka resmi mengenai berapa banyak warga Korea Selatan yang memilih untuk tidak menikah atau memiliki anak. Namun berdasarkan dari badan statistik nasional menunjukkan 2020 terjadi sekitar 193 ribu pernikahan di negara tersebut. Angka ini mengalami penurunan dari pada 1996 yang saat itu mencapai 430 ribu. Data itu juga menunjukkan bahwa tahun lalu bayi lahir sekitar 260.600, sementara puncak kelahiran di negara tersebut mencapai 1 juta pada 1971.

“Singkatnya, orang mengira negara kita bukanlah tempat yang mudah untuk ditinggali,” kata Lee So-Young, pakar kebijakan kependudukan di Institut Korea untuk Urusan Kesehatan dan Sosial di Korea Selatan.

“Mereka percaya anak-anak mereka tidak dapat memiliki kehidupan yang lebih baik daripada mereka, jadi mempertanyakan mengapa mereka harus bersusah payah untuk memiliki bayi,” lanjutnya.

Baca Juga:  Anies Baswedan Membatalkan Peresmian Halte Transportasi Jakarta Bundaran Hotel Indonesia

“CHINA ”

Negara dengan populasi terbanyak di dunia yakni 1,4 miliar ini disebut sedang mengalami ‘resesi seks’. Diprediksi tahun ini angka kelahiran akan mencetak rekor terendahnya lantaran telah menurun berada di bawah 10 juta, dibandingkan tahun lalu 10,6 juta anak lahir per tahun. Angka itu juga ternyata menurun 11,5 persen dari 2020.

Terkait hal tersebut, Presiden China Xi Jinping telah melakukan beragam cara untuk meningkatkan angka kelahiran seperti pengurangan pajak hingga uang tambahan untuk anak ketiga. Namun, strategi ini tidak cukup membuat angka kelahiran kian meningkat. Bahkan, per 2021, angka kesuburan berada di 1,16 di bawah standar yakni 2,1.

Share :

Baca Juga

HALO POLISI

Kapolri Ungkap 129 Anggota Polri Dipecat Sepanjang 2020

Nasional

Ketua MA: Tak Ada Aturan Larang Wartawan Ambil Gambar dan Rekaman di Persidangan

Nasional

Sesuai Jadwal, Gaji ke-13 PNS Bakal Cair Bulan Ini

Nasional

Jubir Penanganan COVID-19: Cegah Klaster Kantor Lewat Disiplin 3M

Nasional

Ini Memoriam Margiono

Nasional

Hari ini, Mensos Tri Rismaharini Berulang Tahun ke-61

Nasional

Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi

Nasional

Vaksinasi Covid 19 Tahap Kedua Bagi Petugas Pelayanan Publik Siap Dilaksanakan