Home / Pendidikan

Sabtu, 4 Februari 2023 - 17:03 WIB

Wisuda Institut Lamaddukelleng, Bupati Wajo Sebut SDA Jadi Tantangan Generasi Muda

Dengan berbagai potensi ini, lanjut Amran, tentu menjadi tantangan bagi generasi muda, terutama para mahasiswa yang diwisuda. Semua potensi tersebut tentu membutuhkan berbagai disiplin ilmu untuk mengelolanya, termasuk ilmu ekonomi dan ilmu hukum.

Amran mengapresiasi seluruh civitas academica Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng atas pelaksanaan wisuda hari ini. Selain itu, tentunya sinergitas yang terjalin selama ini dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga:  UPT SDN 240 Pinrang Anggarkan CCTV Dalam Rapat Arkas

“Kami juga menyampaikan selamat kepada para wisudawan hari ini. Termasuk kepada para orang tua wisudawan, warisan terbaik yang diberikan kepada anak kita adalah pendidikan atau ilmu,” tuturnya.

Baca Juga:  Lomba Tari Kreasi Budaya Anak SD-SMP Meriahkan Festival Jappa Jokka Cap Go Meh

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, jajaran Forkopimda Wajo, Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng, Andi Siardin Djemma, para wakil rektor dan seluruh civitas academica, para wisudawan bersama pendamping, serta undangan lainnya.(Saf)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pimpinan dan Anggota DPRD Wajo Hadiri Upacara Hardiknas 2026

Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional 2026: Perempuan, Pendidikan, dan Tantangan Digitalisasi di Era Modern

Daerah

Pemkab Pinrang Menunjukkan Keseriusannya Menyokong Program Sekolah Rakyat

Pendidikan

Bangun Kolaborasi dan Sinergitas, Kepala Dinas Kebudayaan Terima Kunjungan Kerja RRI Makassar

Pendidikan

Bahas Zonasi Kota Tua, Bangunan OCB dan ODCB, Kepala Dinas Kebudayaan Audiensi ke Wali Kota Makassar

Pendidikan

Ratusan SD di Makassar Kompak Olah Sampah Jadi Eco Enzym di Momentum HGN 2025

Pendidikan

Seleksi Transparan, Disdik Makassar Petakan Kompetensi Calon Kepala Sekolah

Pendidikan

Pemkot Makassar Siapkan Kuota Sekolah Unggulan untuk Siswa Kurang Mampu