Home / Nasional

Kamis, 9 Februari 2023 - 22:49 WIB

HPN Medan, Joko Widodo Ungkap Tiga Tantangan Pers Indonesia

Presiden RI Joko Widodo Saat memberikan sambutan pada Hari Pers Nasional di Medan Kamis 9 Fabruari 2023.

Presiden RI Joko Widodo Saat memberikan sambutan pada Hari Pers Nasional di Medan Kamis 9 Fabruari 2023.

MEDIASINERGI.CO MEDAN — Presiden Republik Indonesia (Presiden RI) Joko Widodo mengungkapkan ada tiga tantangan yang dihadapi pers Indonesia di era disrupsi digital saat ini, yakni banjirnya berita di media sosial (medsos) yang dikendalikan oleh teknologi kecerdasan buatan artificial intelligent (AI), porsi belanja iklan media yang diambil alih oleh platform-platform asing, serta kedaulatan dan keamanan data dalam negeri.

“Sekarang ini masalah utama (pers) menurut saya adalah membuat berita bertanggung jawab, karena masyarakat kebanjiran berita dari medsos dan media digital lainnya termasuk platform-platform asing yang umumnya tidak beredaksi atau dikendalikan oleh AI,” jelas Presiden dalam Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2023 bertajuk Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis 9 Fanruari 2023.

Baca Juga:  Percepatan Vaksinasi Nakes untuk Mengendalikan Pandemi Covid 19

Menurut Presiden, tantangan pers pertama adalah dunia pers yang tidak sedang baik-baik saja karena semua orang bebas membuat berita sebebas-bebasnya, dalam bentuk digital di media sosial atau platform digital lainnya.
Kebebasan itu, kemudian dimanfaatkan algoritma raksasa yang cenderung mementingkan sisi komersial saja sehingga mengorbankan konten berita dan jurnalisme otentik.

Baca Juga:  Calon Tunggal di Pilkada 2024: Bentuk Kemunduran Demokrasi

“Itu yang kita semakin kehilangan. Hal semacam itu tak boleh mendominasi kehidupan masyarakat kita. Media konvensional yang beredaksi semakin terdesak dalam peta pemberitaan,” tegas Joko Widodo.

Tantangan kedua meliputi keberlanjutan industri media konvensional yang menghadapi tantangan 60 persen porsi belanja iklannya digerogoti oleh media digital, terutama platform-platform asing.

Berkurangnya porsi belanja iklan artinya sumber daya keuangan media konvensiobnal akan semakin berkurang terus sehingga menyulitkan keberadaan media konvensional dalam negeri.

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur

Nasional

Pekan Kedua April 2027, Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Nasional

Zugito Serahkan Hasil Konkernas PWI 2026 ke Ketua Umum Akhmad Munir