Pada saat proses pengisian BBM pertamax tersebut, terjadi gangguan teknis di lokasi. Hal itu diduga menyebabkan munculkan tekanan kuat dan lantas terjadi kebakaran.
“Kemudian terjadi suatu gangguan teknis yang kemudian mengakibatkan tekanan berlebih. Setelah itu, didapati peristiwa terbakar,” ujarnya mantan Kapolda Banten tersebut.
Diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat (3/3) pukul 20.11 WIB. Pertamina mengkonfirmasi bahwa kebakaran di Depo Plumpang terjadi pada bagian pipa. Pemadam kebakaran telah mengerahkan 250 orang personel untuk memadamkan api itu.
Kebakaran maut itu juga menewaskan belasan orang di lokasi. Hingga siang ini tercatat ada 17 korban meninggal dunia akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 705 orang. Warga yang terdampak diungsikan di beberapa titik.(anggi)
Editor: Manaf Rachman
















