Caranya dengan menghasilkan air melalui angin yang dipompa naik ke gunung lalu turun menjadi micro hidro lewat pipa dan sisanya langsung irigasi menggunakan pipa karet atau pipa fleksibel (PE) sehingga tidak ada air yang terbuang.
Dari situ, masyarakat Wajo akan memperoleh banyak manfaat, seperti air bersih, bisa membuat micro hidro, air minum dan sisanya membuat irigasi.
Hal itu tentu perlu pemikiran komprehensif. Namun ia katakan, dirinya sudah tahu garis besarnya apalagi sebelumnya pernah bekerja sebagai konsultan, designer atau arsitektur.
Konsep itu tidak jauh beda dengan apa yang diterapkan di Maroko yakni Blue Economy; Green Ecology.
“Saya kira itu tidak terlalu mahal sehingga bisa langsung kita buat. Dengan kemampuan fiskal provinsi yang baik maka itu bisa kita buat,” ungkapnya.
Sore tadi, Danny Pomanto disambut banyak sekali simpatisannya. Para pendukungnya sekitar ratusan orang. Alumnus Arsitektur Unhas ini mengaku tersanjung dengan sambutan warga Wajo.
“Saya sangat tersanjung, ini luar biasa sekali. Alhamdulilah mendapatkan respon yang serius dari masyarakat. Semoga semuanya tambah baik dan baik untuk semua,” harapnya.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir dalam silaturahmi itu, di antaranya, Taqwa Gaffar, Puang Bambang Unru dan beberapa tokoh lainnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















