“Dimana program itu adalah tanggungjawab pemerintah, makanya saya sampaikan terima kasih kepada lembaga ini yang terus bekerja dengan ikhlas membantu kami di pemerintahan, utamanya mereka hadir mengedukasi anak-anak kami agar tak terlibat dalam kriminal,” ujarnya.
“Lembaga ini harus kita jaga, harus disupport, harus diperhatikan supaya syiar Islam terus berjalan,” sambungnya.
Rudianto Lallo juga menyinggung kerja-kerja lembaga ini tak terlepas dari apa yang dilakukan oleh Karaeng Matoaya, Raja Tallo pertama yang memeluk agama Islam, yang dilakukannya bersama keluarganya pada 22 September 1605.
Yang tak lama kemudian, Raja Gowa Sultan Alauddin yang juga merupakan kemenakannya turut serta memeluk Islam. Sehingga Islam kemudian menjadi agama resmi Kesultanan Makassar.
“Jadi kegiatan lembaga ini yang menyebarkan kebaikan sama dengan apa yang dilakukan Karaeng Matoayya pada abad 1906. Jadi berkat mereka kita semua memeluk agama islam. Dia menjadi pintu masuknya Islam di Makassar dan menyebar di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















