Fuad merincikan lewat inovasi Wali Kota Makassar, keseluruhan elemen tersebut diimplementasikan melalui ribuan lorong wisata yang ada di Makassar. Mulai dari kepadatan bangunan, kesehatan lingkungan, sanitasi, drainase, sampah, air bersih dan mitigasi bencana.
Fuad Asiz menekankan, inovasi lorong wisata sebagai akar terlaksananya green city.
“Seluruh program SKPD terkait kota hijau itu pintu masuknya lorong wisata, lorong-lorong dianggap sebagai sel dalam membangun kota. Di lorong ini Bapak Wali Kota telah menggunakan seluruh indikator kota hijau,” ungkapnya.
Selain penguatan potensi lorong dalam implementasi green city, Fuad Asiz turut menjelaskan lewat lorong wisata pula Pemkot Makassar meningkatkan peran masyarakat sebagai green community.
“Keterlibatan masyarakat sangat besar dalam membangun kota hijau, masyarakat sebagai green community dibentuk dari BPM, LPM, Dewan Lorong, UMKM lorong hingga pelibatan RT/RW pada program pengembangan lorong wisata” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















