“Saya kira ini hal aneh, kenapa merugi dari Januari sampai Juni 2023. Mereka apa kerjanya,” ungkap Budi Hastuti.
Politisi Fraksi Gerindra ini menambahkan, salah satu kendala yang disebutkan jajaran direksi tak masuk akal terkait adanya beban anggaran dalam pembangunan Blok B Pasar Sentral. Sebab, proyek itu hasil dari kontribusi pedagang untuk membangun lapak.
“Banyak pasar di Makassar tapi kenapa merugi terus. Apakah dia kerja,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan laporan keuangan neraca Triwulan II 2023 pendapatan Perumda Pasar Makassar Raya mencapai Rp. 4.035.380.696.
Sementara biaya yang harus dikeluarkan total Rp. 4.504.890.257. Artinya ada kerugian Rp. 469.509.561. Data itu bahkan telah diteliti Konsultan Keuangan Perumda Pasar, Prof Asri Usman.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















