Pada pembahasan ilmu pengetahuan, Gurutta menekankan pentingnya mengedepankan ilmu pengetahuan dalam perjalanan akademik. “Mahasiswa diingatkan untuk tidak hanya memikirkan untung-ruginya ke kampus, akan tetapi juga memandang berkah dan pahala yang dapat diperoleh dari pengetahuan.
KH. Muhyiddin Tahir, M.Th.I. juga membahas kecerdasan emosional. Mahasiswa diajak untuk menjalani perjalanan akademik dengan istiqomah (konsistensi) dan tawadhu (kesederhanaan).
Selain itu, kata dia, dalam menjalani perjalanan kuliah, mahasiswa diingatkan akan pentingnya aspek spiritual. “Ulama dahulu memiliki Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang terdiri dari Sholat Tahajud dan Dhuha,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru dan panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Dra. Hj. Fatmawati, S.Pd., M.Si, yang juga menjabat sebagai Wakil Rector III, memberikan laporan tentang persiapan penerimaan mahasiswa baru. Ini adalah momen penting yang mempersiapkan calon mahasiswa untuk memasuki lingkungan akademik dan kemahasiswaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman mahasiswa berprestasi sepuluh besar dalam acara PBAK Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan. Penghargaan ini menjadi motivasi tambahan bagi para mahasiswa baru untuk meraih prestasi akademik dan berkontribusi dalam kemahasiswaan.
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ini menciptakan momen emosional yang penuh semangat, menandai awal perjalanan para mahasiswa baru di Institut Agama Islam (IAI) As’adiyah Sengkang. Semoga semangat dan ilmu yang ditanamkan dalam acara ini akan membawa mereka pada masa depan yang gemilang dalam dunia akademik dan kemahasiswaan.(Rls-As’Adiyah)
Editor: Manaf Rachman
















