“Dari hasil penghitungan suara, ada dua calon yang mendapatkan suara terbesar yaitu Atal Sembiring Depari dan Hendry Ch Bangun. Sesuai aturan yang telah disepakati, akan ada pemilihan putaran kedua,” kata pimpinan sidang Lutfil Hakim.
Di putaran kedua, Hendry memperoleh 47 suara. Mengungguli Atal, yang hanya meraup 41 suara.
Hendry pun dinyatakan terpilih menjadi Ketua Umum PWI Pusat, dan langsung disahkan oleh pimpinan sidang. Dua kandidat tersebut masuk ke putaran kedua setelah meraih suara tertinggi hasil voting dalam putaran pertama proses pemilihan yang berlangsung di Hotel El Royale Bandung, Selasa malam.
Profil Hendry
Hendry yang lahir di Medan Sumatera Utara, pada 26 November 1958, sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Jenderal PWI periode 2008-2013 dan 2013-2018.
Alumnus Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1982 ini juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022. Hendry menjadi Anggota Dewan Pers, mewakili Unsur Wartawan.
Karier jurnalistik Hendry dimulai pada tahun 1982, sebagai wartawan Majalah Sportif Jakarta.
Dua tahun bekerja untuk Majalah Sportif Jakarta, Hendry banting setir ke Harian Kompas.
Tahun 1987, Hendry bergabung dengan PWI. Ini artinya, Hendry sudah 36 tahun mengabdi untuk organisasi wartawan tertua di Indonesia.
Hendry Ch Bangun hingga kini juga aktif sebagai penguji Kompetensi Wartawan. (*)

















