“Jadi Pak Bupati kita ini kreatif, dua minggu yang lalu saya ketemu sama beliau, kami ini masih ada air di sungai-sungai yang ada di Wajo,” katanya.
Ini sudah terbukti, masyarakat sukses memanfaatkan lahan untuk menanam cabe. “Di saat seluruh daerah di Indonesia terkenal inflasi gara-gara cabe, nah di sini justru panen begitu ini luar biasa Pak Bupati kita,” tuturnya.
“Bahkan cabe ini di kirim ke Jawa. Bahkan saya dengar laporan Pak Bupati dan kepala dinas pertanian di kirim pakai pesawat di pasar induk Jakarta,” sebutnya.
Sementara itu, Kapala Desa Loa, Sumardi mengaku, masyarakat setempat memang gemar menanam cabe sebagai salah satu aktivitas pertanian wajib usai menanam padi.
“Saya sendiri sebagai petani. Jadi warga memang sudah cinta akan tanaman cabe, dia tidak menganggap dirinya berkebun kalau tidak menanam cabe. Jadi masyarakat ini tanpa disampaikan dia akan menanam sendiri. Ini adalah swadaya masyarakat, ” pungkasnya.(r)
Editor: Manaf Rachman
















