MEDIASINERGI.CO DEMAK — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pihaknya mengantisipasi kemungkinan bergabungnya paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Cak Imin dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md saat putaran kedua. Pihaknya bersama Koalisi Indonesia Maju fokus untuk memenangkan pemilihan presiden satu putaran.
“Memang dalam politik semuanya serba mungkin jadinya, yang kita anggap wah gak mungkin terjadi. Misalkan menggabungkan kekuatan antara 01 dengan 03, tapi dalam politik semuanya serba mungkin,” kata AHY di Hotel Amantis Demak.
“Saya anggap sesuatu yang wajar saja, yang jelas kami Koalisi Indonesia Maju tetap memiliki tujuan untuk bisa menang satu putaran. Kami ingin fokus benar dengan berbagai upaya yang memang dibutuhkan di minggu-minggu terakhir ini. Karena apa? Karena memang untuk menyakinkan kemenangan di satu putaran ini butuh kerja keras. Kami sepakat bahwa tidak boleh merasa bahwa sudah unggul, apalagi sudah menang, karena itu hanya akan membuat lengah,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam kampanyenya di berbagai wilayah belakangan ini memastikan semua bekerja secara efektif. Baik partai, caleg, dan sebagainya.
“Yang jelas kami semua termasuk partai Demokrat ingin menyakinkan bahwa semua bekerja dengan efektif, mesin partai bekerja dengan efektif, para caleg juga bekerja secara simultan, secara paralel, selain memenangkan Pileg juga memenangkan Pilpresnya,” terangnya.
Ia menuturkan bahwa sebagai partai pengusung Prabowo-Gibran pihaknya tetap waspada dengan berbagai kemungkinan bergabungnya nomor urut 1 dan 3. Pihaknya mengatakan telah memiliki strategi untuk itu.
“Yang jelas kita selalu waspada dengan segala kemungkinan. Artinya kita juga punya strategi, tidak mungkin kita jelaskan di sini. Strategi yang bisa semakin memperkuat posisi,” terangnya.
“Saat ini Prabowo dan Mas Gibran berada di posisi paling unggul memang di berbagai survei. Tetapi beliau Prabowo juga mengingatkan kami semua tidak boleh merasa cepat puas, dan masih ada ruang untuk menambah kans kemenangan itu,” sambungnya.
Ia menambahkan bahwa masih ada peluang menyakinkan masyarakat untuk kemenangan. Yakni masyarakat yang belum menentukan pilihannya.
“Misalnya ada sebagian yang belum menentukan pilihan, Swing voter atau massa mengambang ini masih bisa kita menangkan hati dan pikirannya,” terangnya.
















