Home / Sulsel

Kamis, 28 Maret 2024 - 18:47 WIB

Siap Diterapkan di Makassar, Danny Pomanto Studi Tiru Teknologi Pembangunan Kabel Bawah Tanah Singapura

Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, Melakukan Studi Tiru di Singapura, Rabu 27 Maret 2024.

Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, Melakukan Studi Tiru di Singapura, Rabu 27 Maret 2024.

MEDIASINERGI.CO SINGAPURA — Pembangunan Ducting Sharing atau pemindahan kabel ke bawah tanah di Makassar segera terealisasi.

Wali Kota Makassa, Ir. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto baru saja usai mengunjungi Singapura untuk melihat penerapannya di sana.

Studi tiru dilakukan selama tiga hari, yakni 25 sampai 27 Maret 2024. Dengan kegiatan Benchmarking on Planning, Operations and Governance of Multi Utilities Tunnel.

Secara tidak langsung Ducting Sharing versi Singapura siap diadopsi di Makassar.

Wali Kota Makassar tidak sendiri, hadir juga pihak Otorita Ibu Kota Nusantara, Kementerian PPN/Bappenas hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Baca Juga:  Pantau MPLS 2026, Munafri Pastikan Hari Pertama Sekolah di Makassar Berjalan Lancar

Selama tiga hari, ada beberapa kunjungan langsung di lokasi Multi Utilities Tunnel. Pada 25 Maret, mengunjungi Common Services Tunnel (CST) di Marina Bay.

Yang mana CST merupakan jaringan bawah tanah yang menampung dan mendistribusikan layanan utilitas listrik, air, telekomunikasi, pendingin distrik, dan drainase.

CST dirancang untuk kapasitas umur pemakaian sampai 150 tahun. Tunnel dibagi menjadi dua segmen yakni pipe tunnel dan cable tunnel. Memiliki tiga sensor yakni sensor oksigen, sensor karbon monoksida, dan sensor suhu.

Ketiga sensor ini berada di permukaan tanah berfungsi memberikan informasi kepada operator di control room ketika kondisi di dalam terowongan berada diambang bawah.

Baca Juga:  Mendukung Kelancaran Administrasi Perkantoran, Desa Padakkalawa Fokus Dorong Pemanfaatan Teknologi

Mereka juga mengunjungi Marina Bay District Cooling System (DCS). Konsep dasar DCS sendiri adalah mengkonsolidasikan kapasitas pendinginan dalam satu lokasi sentral.

Kemudian didistribusikan ke sejumlah bangunan dalam kawasan yang sama. Hal ini berbeda dengan sistem pendinginan konvensional yang mana setiap bangunan memiliki sistem pendinginan sendiri-sendiri.

DCS telah mencapai nol gangguan pasokan sejak tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa DCS mampu memberikan pasokan energi pendinginan yang andal dan stabil bagi bangunan-bangunan di wilayah tersebut.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Isu Hibah Rp15 Miliar, Ketua KONI Makassar: Sudah Sesuai Aturan dan Disetujui DPRD

Sulsel

Ketua TPAD Makassar: Hibah KONI Legal, Sesuai Seluruh Mekanisme dan Regulasi

Sulsel

Merajut Sinergi Shelter Warga dan Bhabinkamtibmas Satukan Langkah untuk Masyarakat

Sulsel

Hadiri Panen Raya Tebu TNI, Wabup Takalar Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sulsel

Kecamatan Ujung Pandang Gencarkan Gerakan Zero Sampah di Pulau Lae-Lae

Sulsel

Reses Ketua DPRD Wajo di Padduppa Berlangsung Interaktif, Warga Sampaikan Aspirasi Jalan, Drainase, hingga Pelayanan Publik

Sulsel

Reses AD Mayang Diserbu Ratusan Warga, Jalan Paria – Tosora Jadi Aspirasi Utama

Sulsel

Pulihkan Fungsi Ruang Publik, Satpol PP Tata Eks Stadion Mattoanging Secara Humanis