Home / Sulsel

Sabtu, 27 April 2024 - 09:18 WIB

Ilham Bintang Tanggapi Prabowo Yang Mengaku Sering Diresahkan Wartawan

ILHAM BINTANG, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat yang juga wartawan senior

ILHAM BINTANG, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat yang juga wartawan senior

Begitu juga siapa yang menemukan pejabat yang flexing sehingga berlanjut pada pemeriksaan harta pejabat yang bersangkutan. Pers kita, kata Ilham, masih sering terkendala  oleh mekanisme verifikasi atau cek dan ricek.

“Memang ada kelemahan  dalam prinsip kerja jurnalisme warga. Mereka kadang  tidak disiplin verifikasi. Sudah viral saja. Kita juga tidak bisa ikuti prinsip kerja itu. Tapi semangat dan militansi mereka itu menyadarkan  pers yang mungkin ada yang sudah berada di zona nyaman agar terusik untuk kembali ke medan pertempuran,”urai Ilham.

Menurut Ilham, peran pers sebagai pilar demokrasi harus bisa diandalkan.  Karena menurutnya, meminjam istilah Rocky Gerung, penyimpangan sudah makin sempurna. Menjadi domain pers untuk tidak berhenti mengkritisi. Karena sebuah penyimpangan akan melahirkan penyimpangan lain. Betapapun ada upaya  untuk melegitimasi itu.
Ilham menyebut, kita sekarang berhadapan dengan dua kutub, yaitu etika dan hukum. Satu pihak yaitu aktivis  pro demokrasi menganggap etika diatas hukum. Sedangkan  penegak hukum utamanya  para politikus menganggap hukum sebagai panglima tertinggi.

Baca Juga:  Tempatkan Polisi Perairan dan Udara di Wajo, Bupati Mengapresiasi Polda Sulsel

“Medan  yang kita hadapi ini menarik sekali. Akan diuji yang mana gabah akan terbang dan yang beras akan tinggal,”tegas Ilham.

Ilham mengurai tantangan paling berat pers adalah memahami posisinya. Kemudian mempelajari karakter disrupsi media. Ini tantangannya hampir sama dengan  tantangan mengurusi diri sendiri  dengan mengawasi pemerintahan.

“Karena kita masih belajar model bisnisnya media digital itu. Sehingga konsentrasi  kita terpecah. Antara mau menyelamatkan diri kita yang sudah pakai baju pelampung dengan  tingkah para politisi yang tidak Islami. Ini idiom yang pas karena saya khan bicara di radio Islam,”ujar Ilham.

Baca Juga:  Ketua Umum PB HMI Resmi Melantik Pengurus HMI (MPO) Cabang Wajo Maju Periode 2020-2021

Sebagai penutup, Ilham Bintang memberi pesan pada wartawan muda untuk menjadi jurnalis yang baik. Yaitu belajar pada filosofi puasa. Menurutnya, jangankan yang haram, yang halal saja ada waktu tertentu yang diharamkan untuk dinikmati. Ajaran Islam ini bahkan sudah jadi rujukan dunia medis. Ternyata  manusia bisa bertahan 14 jam tanpa makan dan minum.

Belaja saja dari pengalaman berpuasa itu. Kita ternyata mampu lapar. Mampu mengendalikan diri.Pegang pengalaman menahan hawa nafsu itu. . Jadi kalau ada yang tergoda jadi wartawan yang dibayar, jadi corong pemerintah dll, berpeganglah pada filosofi puasa ini.

“Kita nggak mati  kalau nggak makan dan minum. Nanti setelah adzan maghrib baru buka puasa. Kita makan hanya yang menjadi rezeki kita. Nikmat banget itu,”pungkas Ilham Bintang.?? (***)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Kenalkan dan Ajak Mahasiswa Baru Manfaatkan Fasilitas MCH dan Lontara Plus

Sulsel

Solusi Krisis Air Bersih, Munafri Kerahkan Mobil Tangki ke Puluhan Titik dan Siapkan 18 SPAM Jangka Panjang

ENREKANG

Bank Sampah Massenrempulu Diresmikan, Ekonomi Hijau Bergerak

PINRANG

DPRD Pinrang Menyepakati Nota Kesepakatan Rancangan KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026

Sulsel

Kunker Sekjen PU, Apri Artoto, Mengapresiasi Program MYP Pemprov Sulsel

SOPPENG

Raih Kinerja Terbaik, Pemkab Soppeng Sampaikan Selamat Kepada Mentan A Amran Sulaiman

SOPPENG

Ny Hj Suarni Suwardi Melantik Kader Sekaligus Membuka Sosialisasi KISAK

Sulsel

Hingga September 2026, Pemkot Makassar Kuasai PSU 221 Perumahan Senilai Rp6,93 Triliun