“Anggaran untuk pembangunan venue tahun 2023 sebesar Rp. 17 M. Tapi ternyata dari 28 venue, hanya lapangan tennis meja yang memenuhi standar untuk pelaksanaan POR Provensi, bahkan pembangunan wall climbing di RTH Callaccu tidak selesai, ” jelasnya.
Hal senada dengan H. Mustafa, salah seorang pemerhati sepak bola, Rahmatullah, sangat kecewa dengan hasil pekerjaan pembangunan sport area di Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo.
Menurutnya, sport area tersebut tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Coba kita lihat pak, lokasi tersebut ditumbuhi rumput. Ada juga bekas pondasi dan besi diatas lapangan. Ini sangat membahayakan, dan tidak layak pakai, ” imbuhnya.
Rahmatullah berharap Pemerintah Kabupaten Wajo membenahi lokasi sport are tersebut agar bisa digunakan masyarakat untuk berolahraga.
“Kami berharap Pemerintah membenahi lokasi tersebut. Kalau permintaan kami tidak diperhatikan, kami siap unjuk rasa,” ujarnya.
Plt Kadispora Kabupaten Wajo, Muh Ilyas yang dihubungi wartawanj, mengakui kalau hasil pekerjaan pembanguan sport area sementara dalam pemeriksaan inspektorat.
“Sementara diperiksa Inspektorat Kabupaten Wajo, termasuk seluruh pekerjaan fisik. Mari sama-sama kita kawal hasil pemeriksaan inspektorat, ” ucapnya. (**)

















