“Kalau tahun lalu saya menyaksikan jemaah visa non haji ini masuk ke tenda jemaah haji yang resmi, saya menyaksikan itu,” ungkapnya.
Para jemaah haji mandiri yang tidak kebagian tenda ini berteduh di Masjid Namirah. Beberapa di antaranya berdiri kepanasan karena tidak kebagian tempat.
Ia sendiri mengaku mendapatkan cerita ‘penderitaan’ jemaah haji mandiri ini dari salah satu jemaah asal Solo, Jawa Tengah yang juga korban penipuan travel.
“Cuma mereka menderitanya minta ampun, karena saat wukuf di Arafah mereka larinya ke Masjid Namirah, padahal di situ ribuan orang. Yang mereka nggak bisa duduk, berdiri semua. Akhirnya sebagian jemaah di luar masjid dan kepanasan dan meninggal itu katanya hal biasa, itu cerita dari jemaah Solo yang dia kebetulan ditipu sama travel dijanjikan plus ternyata visa multiple, itu di masjid Namirah mereka di luar,” paparnya.
Melihat persoalan ini, Nurhuda mendorong pemerintah Indonesia meningkatkan diplomasi dengan Arab Saudi untuk menghapus visa nonhaji.
“Kami mendorong pemerintah untuk meningkatkan diplomasi dengan Pemerintah Saudi agar visa non haji ini sebaiknya dihapus dan diganti dengan visa haji tapi dengan pelayanan yang maksimal,” pungkasnya.(*)
















