“Berdasarkan hasil uji yang kami lakukan, penelitian kami mampu mengembangkan rifampisin dalam peningkatan efektifitas terapinya terhadap TBM”, kata Giovanni selaku Ketua Tim dari penelitian ini, Jum’at 5 Juli 2024.
Sementara anggota lainnya, Elma mengatakan bahwa penelitian ini diharapkan agar terus berlanjut hingga dapat diterapkan di masyarakat demi tercapainya penurunan angka TBM di Indonesia.
Adapun judul penelitian dari sekelompok mahasiswa tersebut, yaitu “Smart-pH Targeted Nanopartikel Rifampisin Terinkorporasi dalam Thermosensitive In-Situ Gel Melalui Rute Intranasal, sebagai Peningkatan Efektivitas Terapi pada Penderita Tuberculosis Meningitis”.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















