Home / Nasional

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:39 WIB

Bamsoet Dukung Film “Sang Guru”, Kisah Hidup Syekh Nawawi Al-Bantani

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima Kunjungan puteri Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin, Hj. Siti Nur Azizah Ma'ruf Amin, Produser 786, Nicky Rewa dan Dirut FAJAR Multi Film, Zulkifli Gani Ottoh di Jakarta, Jumat (5/7/24)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima Kunjungan puteri Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin, Hj. Siti Nur Azizah Ma'ruf Amin, Produser 786, Nicky Rewa dan Dirut FAJAR Multi Film, Zulkifli Gani Ottoh di Jakarta, Jumat (5/7/24)

“Syekh Nawawi kemudian memutuskan pergi ke Mekkah untuk belajar agama Islam di Masjidil Haram. Selama tiga tahun di Mekkah, Syekh Nawawi belajar kepada para ulama besar di Arab, diantaranya Sayyid Ahmad An-Nahrawi, Syekh Muhammad Khatib Al-Hanbali, Sayyid Ahmad Zaini, dan Sayyid Ahmad Ad-Dimyati,” kata Bamsoet.

Syekh Nawawi marah melihat perlakuan penjajah Belanda terhadap masyarakat di sekitar kampungnya saat kembali ke Banten.
Ia pun mengajak masyarakat untuk melawan Belanda melalui khotbah yang disampaikan. Akibatnya, penjajah Belanda mengawasi ketat setiap pergerakan Syekh Nawawi, yang kemudian membuatnya kembali ke Mekkah dan tetap memimpin pergerakan dari sana.

Baca Juga:  Pantau Kehadiran Pegawai, Pj Bupati Takalar Sidak ke beberapa Kantor

“Ilmu agama yang diperoleh Syekh Nawawi terus meningkat setelah kembali ke Mekkah. Beliau kemudian dipercaya sebagai pengajar dan imam di Masjidil Haram. Syekh Nawawi disegani oleh para ulama dan penuntut ilmu agama Islam dari penjuru dunia,” ujar Bamsoet.

Selama hidupnya, Syekh Nawawi sangat produktif menulis kitab. Jumlah karyanya tidak kurang dari 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fiqih, tafsir, tauhid, tasawuf, dan hadis. Salah satu karya terkenalnya adalah kitab tafsir Al-Kashif, yang merupakan tafsir Al-Qur’an dan dinilai sebagai salah satu karya penting dalam bidang tafsir.

Baca Juga:  PROFESI WARTAWAN ANTARA IMPIAN, HARAPAN, DAN KEMATIAN DI UJUNG ALGORITMA

“Syekh Nawawi wafat di Mekah pada tahun 1897 dan dimakamkan di Jannatul Mu’alla, Mekkah, bersebelahan dengan makam anak perempuan dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Asma binti Abu Bakar al-Siddîq,” kata Bamsoet. (manaf).

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur

Nasional

Pekan Kedua April 2027, Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Nasional

Zugito Serahkan Hasil Konkernas PWI 2026 ke Ketua Umum Akhmad Munir