Home / Nasional

Rabu, 11 September 2024 - 15:42 WIB

Calon Tunggal di Pilkada 2024: Bentuk Kemunduran Demokrasi

Arga melihat fenomena calon tunggal dalam Pilkada 2024 ini muncul karena adanya efek dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 kemarin. Adanya coattail effect (efek ekor jas) dari pemenang Pemilu 2024 telah memengaruhi bentuk peta persaingan politik di kontes politik lokal.

Arga juga menyebutkan implikasi dari fenomena calon tunggal ini juga berbahaya untuk proses demokrasi di Indonesia. Menurutnya, situasi ini membuat masyarakat dipaksa untuk memilih calon kepala daerah yang diajukan sebagian besar partai politik (parpol) dan tidak memiliki pilihan alternatif.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama Civitas Hospitalia dan DWP RSUD Lasinrang, Ini Kata Bupati Pinrang

Arga menyoroti juga peranan partai politik dalam fenomena ini. Ia menganggap parpol seolah sudah mempersempit pintu kompetisi dengan menambah persyaratan calon perseorangan atau independen menjadi sangat tinggi.

Baca Juga:  Sekda Pinrang: Program MBG Dapat Terealisasi Secara menyeluruh di Wilayah Kabupaten Pinrang Dan Memberikan Manfaat Nyata

Menurutnya, penting bagi parpol memiliki sistem yang inklusif dan membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kontestasi ini. Dengan adanya sistem yang inklusif, Arga beranggapan demokrasi di Indonesia akan berjalan dengan sehat dan calon kepala daerah tidak hanya sekadar perwakilan parpol, namun bisa menjadi representasi dari masyarakat sekitar.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Menunggu Titah dari Kalteng, Jalan Keluar Jebakan HPM Tinggi Pasir Kuarsa Kepri

Nasional

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur

Nasional

Pekan Kedua April 2027, Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern