Sementara Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Fakrulloh menyampaikan kebanggaannya atas kemajuan yang telah dicapai oleh provinsi ini. Dimana Perekonomian Sulawesi Selatan meningkat sebesar 4,9 persen dan berkontribusi sebesar 3,20 persen terhadap perekonomian nasional. Ini menempatkan Sulsel dalam 10 provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia, dengan tingkat inflasi yang terkendali.
“Kita akan menuju Indonesia Emas 2045 atau 20 tahun lagi. Salah satu syarat utama agar kita mampu mendapatkan itu maka kemiskinan harus 0,8 persen, pendapatan perkapita harus di angka Rp450 juta per tahun. Jadi selama 20 tahun kedepan inilah target Indonesia. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mendorong investasi masuk untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa harus mengandalkan apbd kita,” ujarnya.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini ia mengajak seluruh kabupaten/kota di Sulsel agar bersama-sama menciptkan daerah yang ramah investasi sekaligus memperkuat pondasi pembangunan dan percepatan digitalisasi sebagai upaya untuk memajukan wilayah dan meningkatkan daya saing Sulsel.
“Kemudahan investasi harus diciptakan, bagaimna kita menggerakkan juga dari sisi permodalan UMKM salahsatunya melalui kredit usaha dari perbankan. Kita juga mesti membangun APBD yang sehat. Mari bergerak serentak mewujudkan hal ini seperti semua belanja dan pendapatan berimbang dan menyelesaikan masalah tepat pada waktunya,” imbau Prof Zudan.
Pada Rapat Paripurna yang menjadi Puncak Peringatan Hari Jadi Sulsel ini, Pemerintah Kabupaten Gowa juga menerima aset sejumlah delapan hak pakai.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















