Home / Sulsel

Jumat, 20 Desember 2024 - 08:26 WIB

Ketua Lidik Pro Makassar: Ini Sosok Tersangka Peredaran Uang Palsu ‘AI’

Kongkalikong Dengan Pegawai UIN

Pada bulan September 2024, tersangka ‘ASS’ bertemu dengan dengan ‘AI’ yang merupakan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Keduanya pun membeli mesin cetak offset untuk membuat uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

“Jadi bulan September 2024, mereka berkomunikasi dengan ‘AI’ Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar untuk mengangkut peralatan. Lalu membuat uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar,” sebutnya.

Kapolda Sulsel menyebut, tersangka sempat membakar uang palsu sebanyak Rp40 juta karena kondisi rusak. Pada bulan November 2024, tersangka kembali mencetak uang palsu sebesar Rp150 juta.

“Ada juga penyerahan uang palsu sebesar Rp250 juta. Dan yang kemarin sebelum ditangkap menyerahkan uang palsu Rp200 juta,” urainya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel ini mengatakan, para tersangka sempat menghentikan produksi karena mulai tercium oleh kepolisian pada akhir bulan November 2024. Lalu tersangka ‘AI’ kembali mencetak uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar dan akhirnya terbongkar.

Baca Juga:  Anak-Anak Gowa Bersuka Cita di Panggung Perayaan HAN 2024

“Mereka menghentikan produksi karena ada informasi bahwa polisi melakukan penyelidikan di akhir November 2024,” tuturnya.

Sementara Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan, kronologi pengungkapan berawal dari produksi uang palsu di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Karena membutuhkan mesin yang lebih besar, akhirnya tersangka ‘ASS’ memesan mesin cetak offset.

“Tadinya mereka menggunakan alat yang lebih kecil, alatnya sudah kita sita. Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset senilai Rp600 juta,” ujarnya.

Mesin cetak offset tersebut dibeli d Surabaya, namun dipesan di China. Setelah mesin cetak tersebut tiba, ‘ASS’ berkomunikasi dengan ‘AI’.

Baca Juga:  Sekda Sulsel Kunjungi Jogja, Perjelas Alas Hak Asrama Mahasiswa di DIY

“Nah, alat itu lalu dimasukkan oleh salah satu tersangka ‘AI’ ke dalam salah satu kampus di Kabupaten Gowa, menggunakan gedung salah satunya perpustakaan tanpa sepengetahuan pihak kampus,” katanya.

Lanjut Kapolres Gowa menambahkan, mesin cetak tersebut dimasukkan di malam hari. Alat diangkat ke dalam perpustakaan dengan menggunakan forklift.

“Kami mencoba rekonstruksikan dengan 25 personil Polri dan tidak ada yang mampu mengangkat mesin itu. Jadi dia menggunakan forklift untuk memasukkan alat itu,” ungkapnya.

Dengan adanya mesin cetak tersebut, ‘AI’ bersama ‘MN’ mulai mencetak uang palsu di salah satu ruangan lantai 1 Perpustakaan UIN Alauddin Makassar di awal bulan September 2024.

“Jadi begitulah ceritanya di awal bulan September 2024, 2 TKP mulai beroperasi tindak pidana (produksi uang palsu),” pungkasnya.(Tim-jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Ahad Ceria di Boulevard Makassar, LLI Sulsel Rajut Bahagia di Usia Senja

Sulsel

Wali Kota Munafri: Da’i Bukan Sekadar Penceramah, Tapi Penuntun dan Solusi bagi Umat

Sulsel

Makassar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Akademisi Kelautan Dunia, Munafri Sambut Peserta Lewat Gala Dinner

Sulsel

Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Munafri Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Sulsel

Di Depan Ketum PPP, Munafri Harap Sinergi Terus Terjalin untuk Pembangunan Kota Makassar

Sulsel

UNHAS Dorong Pemanfaatan Pekarangan Melalui Budidaya Bawang Merah Berbasis Biostimulan Air Kelapa

Sulsel

Firma Hukum Sudirman Aspirasikan Pemutakhiran Data PBB Tanah Sawah Baru Tancung

Sulsel

Bupati Takalar Tekankan Peningkatan Layanan ke Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan kepada Masyarakat