Selain itu, Abdul Wahid Nara menjelaskan, hasil simulasi ini nantinya akan menjadi bahan rujukan. Sehingga, program makan siang bergizi dan gratis nantinya dapat diimplikasikan secara baik.
“Hasil simulasi ini nanti kita akan dapatkan bahan untuk dievaluasi untuk dilakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pada saat program ini betul-betul di laksanakan, kita sudah siap, termasuk etika dalam makan serta mengatasi sampah,” katanya.
“Tinggal bagaimana nanti melibatkan semua pemangku kepentingan, sehingga dapat berkolaborasi untuk mensukseskan program ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 2 Pinrang, Muh. Asyraf merasa bersyukur jika nantinya program makan siang gratis dan bergizi diterapkan, sehingga tidak khawatir lagi mengenai kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan.
“Kami sebagai siswa tentu bersyukur dan mengharap agar program ini sudah diterapkan ditahun 2025. Program ini tentu sangat membantu kami sebagai generasi pelanjut bangsa,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















