Home / Artikel

Minggu, 23 Februari 2025 - 19:32 WIB

Renungan Menjelang Ramadhan

Hendry Ch Bangun

Hendry Ch Bangun

Catatan Hendry Ch Bangun

MEDIASINERGI.CO. CIPUTAT — Apakah kau harus bersedih, tidak. Apakah kau harus menangis, tidak. Apakah kau harus menyesali diri, tidak. Apakah kau harus menepi, tidak. Apakah kau menyerah, jelas tidak. Kau harus kuat karena kau bisa. Kau mampu.

Semua masalah dunia akan ada akhirnya. Dan yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan. Wa lal akhiratu khairul laka minal ula.

Semua ini adalah jalan yang sudah kau rintis sejak awal. Yang kau tebas dahan dan kayunya. Yang kau bersihkan rumput-rumputnya. Yang kau ratakan tanahnya. Yang telah kau taburkan batu-batu, pasir, agar mudah ditapaki. Setidaknya kau tidak akan terantuk kesana kemari. Tidak terjerembab. Agar kau berada di jalan yang lurus ke arah yang telah kau pilih. Telah engkau tetapkan pada saat merancangnya.

Lakoni saja, apapun apa yang kau hadapi di tengah perjalanan. Kalaupun ada angin, janganlah goyah. Kalaupun ada hujan, nikmati saja. Itu adalah anugerah, agar tubuhmu yang kelelahan menjadi segar dan memberimu semangat. Kalaupun siang terasa panas terik, itulah pertanda sang surya menyemangatimu agar terus maju, dengan sinar yang dikirimkan sel-sel matahari untuk mengubah dinginmu menjadi tenaga.

Kelak kau akan sampai dengan selamat. Berapa lama, tidak ada yang tahu. Itu rahasia Dia. Yang sudah menetapkannya bahkan ketika kau masih berupa janin berusia tiga bulan di perut ibumu. Bukan ketika kau dilahirkan ke dunia, ketika menghirup udara pertama kali di sebuah rumah sakit di kota itu. Bukan pula ketika kau menjalani masa kanak-kanak bersama teman-teman seusia di gang kecil itu. Atau saat kau dengan berlarian menyurusi kebun tomat, kebun cabai, daun kol, tak jauh dari pohon cokelat, di balik bayangan gunung yang anggun, berwarna biru.

Baca Juga:  Tidak Selalu Hitam Putih

Tidak ada awal yang mudah. Dan yang akhir itu selalu nikmat. Jangan tergoda untuk berhenti walau sejenak. Teruslah bergerak. Maju. Dengan penuh yakin ada Dia yang selalu membantu dan diam-diam mendorong dan terus mendorong agar kau tidak lelah. Yang kadang seperti membasuh mukamu ketika terasa hendak berkerut karena mendadak mendapat kesusahan dari sekelilingmu. Orang-orang yang jahat. Yang mendzolimi. Yang suka memfitnah. Menusuk dari belakang. Menggunting dalam lipatan. Yang seperti menyatakan kebenaran tetapi sebetulnya itu kebohongan belaka.

Tidak usah putus asa. Ikhlas saja. Tentu sulit. Tawakal saja. Pasti tidak mudah. Kadang kita perlu belajar dari masa lalu untuk mengetahui beratnya sebuah perjuangan. Apakah Ibrahim tahu akan api yang membakarnya berubah menjadi dingin? Tidak. Tapi karena dia tawakkal, Allah menyelamatkannya. Apakah Musa tahu baginya akan dibelah lautan ketika dia dalam kejaran pasukan Fir’aun yang ingin membunuhnya, tidak. Dia hanya yakin akan diberi jalan keluar. Dia tawakal, dan selamat. Apakah ada yang langsung senang, bahagia, berhasil, sukses tanpa terjungkal? Tidak ada. Kesulitan itu bagian dari jalan hidup manusia. *

Baca Juga:  Wartawan dan Moralitas

Semua ada ujiannya. Kalau hanya ingin ijazah SD, mungkin mata pelajaran yang harus kau kuasai hanya tujuh. Tetapi kalau kau ingin lulus SMP, ada lagi ilmu yang harus kau baca, hapalkan, tanamkan di dalam pikiran, mungkin jadi sebelas. Ujiannya jelaslah berbeda. Saat ini kau mungkin sudah memiliki sertifikat magister, artinya sudah banyak yang kau jalani, pelajari, dan sukses melewati ujiannya bertahun-tahun yang lalu. Sudah banyak ilmu kau kantongi, kau hayati, kau jalankan dalam sekian puluh tahun umurmu. Jadi sebenarnya kau sudah lulus. Dulu.

Mungkin kau sudah lupa kesulitan yang kau dapat waktu itu karena kau tengah menikmatinya. Cobalah ingat. Renungkan. Waktu itu kau kesulitan juga kan? Waktu kau kesal juga kan? Kau hampir putus asa juga kan? Tetapi karena kau percaya kepadaNya. Karena kau tidak menyerah dan yakin bahwa apa yang kau perjuangkan adalah benar, akhirnya kau bisa menghadapinya, dan lulus. Kau berhasil. Kau naik kelas. Harkat dan martabatmu meningkat. Mungkin saja kau merasa semua sudah selesai. Tidak.

Share :

Baca Juga

Artikel

Dua Satkamling Di Soppeng Disambangi Tim Dit Binmas Polda Sulsel

Advertorial

Dishub Makassar Hadiri FGD Ketiga Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kota Sehat

Artikel

Refleksi Sumpah Pemuda: Musmuliadi Ingatkan Pemerintah Wajo Soal Janji Program Muda Milenial Maradeka

Artikel

Cahaya dari Timur: Refleksi Hari Santri dan Warisan Keilmuan As’adiyah

Artikel

Musmuliadi: Melecehkan Pesantren Sama Saja Merendahkan Akar Moral Bangsa

Artikel

PPENTINGNYÀ PERAN dan FUNGSI MEDIA

Advertorial

Menyulam Harapan di Bumi Lamadukkelleng: Jejak 100 Hari Pemerintahan Andi Rosman–Baso Rakhmanuddin

Artikel

Pendidikan dan Peran Perempuan Diera Globalisi