Home / Sulsel

Kamis, 15 Mei 2025 - 19:57 WIB

Mengadu di DPRD Makassar, Aliansi Honorer R2/R3 Minta Kepastian Nasib

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Aliansi Honorer R2/R3 Kota Makassar melakukan audiensi dengan Komisi A DPRD Kota Makassar, guna menyuarakan kegelisahan mereka terkait status kepegawaian yang hingga kini belum jelas, meski telah mengikuti seleksi tahap pertama CASN/PPPK tahun 2024.

Mereka diterima oleh Ketua Komisi A DPRD Makassar bersama sejumlah anggota Komisi A untuk berdiskusi sekaligus menyerahkan data honorer yang dinyatakan tidak lulus dalam tahap seleksi pertama.

“Kehadiran kami di DPRD meminta difasilitasi kepastian jadwal pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), yang hingga kini belum ada kejelasan, karena penjelasan dari pihak terkait sampai sekarang masih belum terang, masih abu-abu. Itulah kenapa kami hadir membawa suara teman-teman honorer dari seluruh SKPD,” kata Ketua Aliansi Honorer R2/R3, Sukri Sulkarnain, Kamis 15 Mei 2025.

Ia menyebut, aliansi R2 dan R3 sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Akhmad Namsum, yang menyebut bahwa sebanyak 3.217 tenaga honorer telah diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, kabar di lapangan justru sebaliknya.

Baca Juga:  Apel Pertama di Awal Tahun 2024, Ini Empat Pesan Danny Pomanto

“Pak Akhmad Namsum bilang data kita sudah diusulkan. Tapi teman-teman malah dapat kabar sebaliknya katanya kita belum masuk ke pusat. Ini yang bikin kami semua gelisah. Dari kegelisahan inilah aliansi ini terbentuk. Karena tak ada kejelasan, muncul berbagai pertanyaan baru. Dan teman-teman memilih saya untuk menyampaikan semuanya,” ungkap Uky.

Selain menuntut kejelasan usulan ke BKN, para honorer juga menekankan bahwa status mereka ke depan haruslah sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu. Mereka menolak jika hanya dialihkan menjadi pegawai paruh waktu atau outsourcing tanpa status dan perlindungan yang jelas.

Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja Pengurus, Alres Ronaldy Siap Evaluasi Kepengurusan Bara JP Sulsel

“Kalau hanya diberi status pegawai kontrak, itu sama saja ganti baju tapi tidak menyentuh hakikat. Apa bedanya? Cuma beda nama. Teman-teman semua di SKPD se-Kota Makassar ingin status penuh waktu bukan paruh waktu, bukan outsourcing. Kami ingin diakui sebagai bagian dari sistem,” tegas Uky.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Makassar, Andi Fahlevi mengungkapkan keluhan yang disampaikan oleh Aliansi Honorer R2/R3 ini akan segera didiskusikan dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mencari solusi terbaik.

“Komisi A berkomitmen akan mendorong percepatan solusi agar nasib honorer R2 dan R3 segera menemui kejelasan. Kami di DPRD Kota Makassar akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan jawaban dan solusi atas keluhan ini,” kata Andi Phalevi

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pemkab Takalar Mulai Cairkan Siltap untuk Kades, Perangkat Desa dan Anggota BPD

Sulsel

O2SN dan GSI 2026 Resmi Bergulir, Munafri Siapkan Beasiswa bagi Siswa Berprestasi

Sulsel

Wali Kota Munafri Terima Audiensi PT Fokus Indo Lighting Bahas Peluang Investasi Penerangan Jalan

Sulsel

TPA Antang Berbenah Total, Air Lindi Diolah dan Timbunan Sampah Ditata Berlapis

Sulsel

Makassar – Jepang Kolaborasi Tangani Banjir, Smart JAMP Segera Diuji di Titik Rawan

Sulsel

Wali Kota Munafri Kerahkan Semua Instrumen Benahi TPA Antang

Sulsel

Optimisme Tinggi Kontingen Pesparawi Sulawesi Selatan Targetkan Kembali Juara Umum

Sulsel

Duduk Bersama, Pemkab – DPRD Takalar Fasilitasi Dialog Warga Laikang dan PT Tiram