Home / Sulsel

Kamis, 22 Mei 2025 - 09:34 WIB

Kebhinekaan Pesan Keberagaman: Tahun 2024 ,SMPN 1 Watansoppeng Jadi Contoh Tingkat Nasional

MEDIASINERGI.CO SOPPENG — Setelah komunitas belajar Coffee Break Spensa SMPN 1 Watansoppeng dan guru inovatif mewakili Sulsel berhasil meraih prestasi pada jambore GTK tahun 2024 tingkat nasional , Kementerian Pendidikan menjadikan SMPN 1 Watansoppeng menjadi contoh menghargai kebhinnekaan dalam pesan keberagaman tingkat nasional Tahun 2024 .
​
Di Indonesia hanya dua sekolah yaitu SMPN 1 Watansoppeng Sulawesi Selatan serta SMAN 1 Kristen Salatiga Jawa Tengah ,ungkap Kepala SMPN 1 Watansoppeng Supriyadi Usman S,Pd M,Pd kepada MEDIASINERGI .CO di ruang kerjanya belum lama ini.

Kedua sekolah tersebut berhasil mengelola keberagaman melalui pendidikan, membangun toleransi dan inklusi melalui kegiatan lintas agama .

Di SMPN 1 Watansoppeng sebagai sekolah ramah anak dari 600 lebih Siswa (wi) mayoritas beragama Islam dan ada 30 lebih non muslim yaitu beragama Kristen.

Bagaimana sekolah merangkul para siswa dalam Visi kebhinekaan yaitu sikap menghargai dan menerima perbedaan baik perbedaan suku, agama, ras, budaya , bahasa maupun pandangan hidup. Dengan kebhinekaan mengadaptasi konsep multikulturalisme yaitu kesediaan menerima kelompok lain secara bersama sebagai kesatuan tanpa peduli perbedaan budaya ,agama dan lainnya .

Tiga kegiatan di SMPN 1 Watansoppeng yaitu intrakurikuler pembelajaran , ekskul ditambah pembiasaan shalat duha bagi peserta didik muslim dan kegiatan kerohanian bagi non muslim sebagai upaya bagaimana meningkatkan keimanan siswa. Bagi peserta didik yang muslim jelas Supriyadi dilakukan Sholat Duha berjamaah di halaman sekolah mulai pukul 07,20 setiap hari Selasa ,Rabu dan Kamis. Dilanjutkan zikir dan kultum bahasa Inggeris .Dari kegiatan ini keimanan peserta didik meningkat bagaimana toleransi menghormati perbedaan ,menghormati inklusi dan tidak terjadi intoleransi
Dampak Sholat duha peserta didik rajin sholat dan tidak lagi melakukan pelanggaran norma norma yang berlaku di lingkungn sekolah, di lingkungan masyarakat serta dalam berbangsa dan bernegara.

Saat bulan Ramadhan anak anak biasa ceramah agama di Masjid karena sudah terbiasa di sekolah
Sementara peserta didik yang beragama Kristen mengikuti kegiatan kerohanian ibadah pagi,juga setiap Selasa ,Rabu dan Kamis .,Dilakukan pendalaman Al Kitab , puji pujian dan perenungan, menyebarkan kasih termasuk kepada teman yang berbeda dengan agama mereka . Sekolah merangkul semua peserta didik tanpa ada sekat perbedaan baik dalam kegiatan intra maupun ekstrakulir misalnya dalam kegiatan pramuka , olahraga dan seni,tambah Supriyadi .(mar)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hadiri Rapat Persiapan HUT Makassar, Sekwan DPRD Dukung Sinergi Antar Perangkat Daerah

SOPPENG

365 Pedagang Terdampak Pasca Kebakaran Pasar Sentral Batu Batu

Makassar

Buka Konferda V API Sulsel, Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi Tekankan Pentingnya Konsolidasi Organisasi

Sulsel

Memasuki Musim Hujan, Munafri Siapkan Langkah Antisipasi Banjir dengan Teknologi Penyedot Air

Sulsel

Takalar Award 2026 Resmi Digelar, Bupati Daeng Manye: Inovasi Jadi Budaya Kerja ASN

Sulsel

Buka CFD di Jalan Rusa, Munafri: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Sulsel

Sidak Layanan BPJS di Dinsos-PMD, Bupati Takalar Tekankan Pelayanan Harus 5 Menit Selesai

Sulsel

Dari Lontara+ hingga Command Center, Makassar Perkuat Layanan Publik Berbasis Digital