Bagaimana sekolah merangkul para siswa dalam Visi kebhinekaan yaitu sikap menghargai dan menerima perbedaan baik perbedaan suku, agama, ras, budaya , bahasa maupun pandangan hidup. Dengan kebhinekaan mengadaptasi konsep multikulturalisme yaitu kesediaan menerima kelompok lain secara bersama sebagai kesatuan tanpa peduli perbedaan budaya ,agama dan lainnya .
Tiga kegiatan di SMPN 1 Watansoppeng yaitu intrakurikuler pembelajaran , ekskul ditambah pembiasaan shalat duha bagi peserta didik muslim dan kegiatan kerohanian bagi non muslim sebagai upaya bagaimana meningkatkan keimanan siswa. Bagi peserta didik yang muslim jelas Supriyadi dilakukan Sholat Duha berjamaah di halaman sekolah mulai pukul 07,20 setiap hari Selasa ,Rabu dan Kamis. Dilanjutkan zikir dan kultum bahasa Inggeris .Dari kegiatan ini keimanan peserta didik meningkat bagaimana toleransi menghormati perbedaan ,menghormati inklusi dan tidak terjadi intoleransi
Dampak Sholat duha peserta didik rajin sholat dan tidak lagi melakukan pelanggaran norma norma yang berlaku di lingkungn sekolah, di lingkungan masyarakat serta dalam berbangsa dan bernegara.
Saat bulan Ramadhan anak anak biasa ceramah agama di Masjid karena sudah terbiasa di sekolah
Sementara peserta didik yang beragama Kristen mengikuti kegiatan kerohanian ibadah pagi,juga setiap Selasa ,Rabu dan Kamis .,Dilakukan pendalaman Al Kitab , puji pujian dan perenungan, menyebarkan kasih termasuk kepada teman yang berbeda dengan agama mereka . Sekolah merangkul semua peserta didik tanpa ada sekat perbedaan baik dalam kegiatan intra maupun ekstrakulir misalnya dalam kegiatan pramuka , olahraga dan seni,tambah Supriyadi .(mar)
















