Home / Sulsel

Jumat, 6 Juni 2025 - 12:34 WIB

Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Jamaah Salat idul Adha di Lapangan Karebosi

Lapangan Karebosi bukan hanya tempat salat, tapi menjadi ruang berbagi, ruang harapan, dan ruang persatuan bagi warga Makassar.

Di tengah kehidupan yang kerap kali menuntut perjuangan, semangat Idul Adha mengingatkan semua orang bahwa dalam memberi, ada cinta yang menyatukan.

“Inilah saatnya kita berbagi dengan keluarga yang membutuhkan, agar kebahagiaan ini bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam momen tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan pentingnya semangat pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama sebagai nilai utama yang perlu dihayati dalam momentum Idul Adha.

“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga untuk saling menguatkan sebagai satu keluarga besar di Kota Makassar,” ujarnya.

“Idul Adha mengajarkan kita arti berbagi, rela berkorban, dan peduli terhadap sesama. Semoga nilai-nilai itu terus hidup dalam kehidupan kita sehari-hari,” sambung Aliyah Mustika Ilham.

Baca Juga:  Indah Kirana Resmi Pimpin IKWI 2025–2030, Tegaskan Pentingnya Silaturahmi dan Persatuan

Dalam ceramah singkat usai Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Lapangan Karebosi. Dai kondang Ustadz Das’ad Latif mengajak umat Islam meneladani keimanan dan pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Ia menekankan bahwa pengorbanan yang ditunjukkan oleh keduanya merupakan bentuk cinta sejati kepada Allah SWT yang harus dijadikan teladan oleh seluruh keluarga muslim masa kini.

“Keluarga Nabi Ibrahim dan Ismail menunjukkan bahwa cinta kepada Allah harus melebihi segalanya. Maka, setiap keluarga di rumah harus meneladani cinta yang tulus kepada Allah,” ujar Ustadz Das’ad dalam ceramahnya di hadapan ribuan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setan akan selalu menggoda manusia dari berbagai arah-baik kepada ayah, ibu, maupun anak-untuk menjauhkan mereka dari nilai-nilai keimanan dan ketaatan.

Baca Juga:  Fokus Desak APH Usut Dana Hibah Pramuka Parepare

Ustadz Das’ad juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima, baik berupa jabatan, kelapangan rezeki, maupun lunasnya utang. Ia menegaskan bahwa bentuk syukur yang sejati bukan hanya dengan ucapan, melainkan dengan tindakan nyata.

“Kalau sudah jadi kadis, sekda, atau nikmat utang sudah lunas, maka bersyukurlah. Cara bersyukur itu dengan salat dan sedekah,” pesannya.

Ceramah tersebut ditutup dengan penggalan ayat dari Surah Ar-Rahman, “Fabiayyi aalaaa’i robbikumaa tukazzibaan” artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”. Ini sebagai pengingat akan banyaknya nikmat Allah yang patut disyukuri.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting dengan BKKBN Sulsel

Sulsel

Kota Makassar Masuk Daftar Best Place to Invest Majalah Fortune Indonesia

Sulsel

Bupati Takalar Turunkan Tim Gabungan untuk Bersihkan Pulau Sanrobengi

Sulsel

Ahad Ceria di Boulevard Makassar, LLI Sulsel Rajut Bahagia di Usia Senja

Sulsel

Wali Kota Munafri: Da’i Bukan Sekadar Penceramah, Tapi Penuntun dan Solusi bagi Umat

Sulsel

Makassar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Akademisi Kelautan Dunia, Munafri Sambut Peserta Lewat Gala Dinner

Sulsel

Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Munafri Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Sulsel

Di Depan Ketum PPP, Munafri Harap Sinergi Terus Terjalin untuk Pembangunan Kota Makassar