Ketua Dewan Pembina, Saodah Batin Akuan Sjahroedin MA, adalah mantan Dubes RI di KBRI Budapest, Hungaria dan negara- negara Eropa Timur lainnya. Dia didukung oleh tiga pembina lainnya seperti Kanjeng Ratu Dinar Caropeboka. Milhana Musin dan Merryta Putri Djahri.SH.SPN.MBA
Duduk di jajaran Dewan Penasehat adalah Fadila Kadir, dr Cornelia Badri, Dewi Alina Amrah dan Martina Musin. Ketum di bantu oleh Seketaris Umum, Hj.Nidalia Djohansyah MakkI yang akrab dipanggil Ses Nida adalah mantan anggota DPR-RI dapil Lampung, istri Duta Besar RI di beberapa negara serta Bendahara Umum Foperlam adalah Ir.Hj Aida Sari Kadarsyah.
“Kami akan menjaga, meningkatkan akhlak dan moral, bersatu dan mencintai daerah Lampung dan ikut memberikan kontribusi di semua bidang di samping mempererat tali kekeluargaan, persatuan dan kesatuan Perempuan Lampung,” tentunya.
15 Kabupaten maupun kota di Provinsi Lampung dan keanggotaan terbuka bagi perempuan Lampung di perantauan maupun dari wilayah masing-masing sehingga para Bupati maupun Walikota juga dapat bergabung bersama Foperlam melalui perwakilan perempuannya.
Forum Perempuan Lampung hadir tidak secara tiba- tiba tetapi melalui pemikiran panjang dan diskusi dengan pertimbangan yang matang didampingi beberapa senior-senior cerdas yang bijak dan melihat prospek Perempuan Lampung kedepan sesuai dengan persepsi kebersamaan.
Pada 20 Mei 2025 para pendiri sepakat melahirkan organisasi Forum Perempuan Lampung ( Foperlam) bersamaan di hari kebangkitan Nasional. “Kami juga ingin perempuan Lampung bangkit sesuai acuan dari semangat cita-cita pahlawan wanita, ibu RA.Kartini.
Forum Perempuan Lampung lahir dari perjuangan bersama dan menjadi MILIK KITA BERSAMA yang harus kita perjuangkan bersama dengan rasa saling menghargai dan saling menghormati. “ Semoga Allah SWT selalu memberkahi dan meridhoi setiap langkah kami dlm mempersatukan Perempuan Lampung,” tutup Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd sebagai Ketua Umum Foperlam.(r)
















