Kerugian materi ditaksir mencapai Rp700 juta. Rumah-rumah yang hangus itu milik Maseati (50), Rippelleng (80), Eka (50), Murni (78), Iwati (40), Cakka (50), serta satu bangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) As’adiyah yang selama ini menjadi pusat kegiatan belajar anak-anak.
Musibah itu diduga dipicu oleh kelalaian saat memasak. Menurut warga, pemilik rumah lupa mematikan kompor sebelum meninggalkan dapur. “Ini jadi pelajaran pahit bagi kita semua, jangan pernah lengah dengan api sekecil apa pun,” kata Arifuddin dengan mata sembab.
Petugas kini mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan api di rumah kayu. “Musibah bisa terjadi kapan saja, jadi kehati-hatian adalah kunci,” ujar petugas pemadam.(eddy)
Editor: Manaf Rachman
















