Kunjungan berlanjut ke lokasi pembangunan Auditorium AG. H. Muhammad Yusuf Surur. Gedung multifungsi ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan santri sekaligus tempat pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) 2025. “Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar H. Faisal Ibrahim Surur atas kontribusinya dalam pembangunan auditorium ini,” kata Nasaruddin.
Pembangunan Kampus III Macanang menjadi bagian dari agenda besar As’adiyah dalam memperluas akses pendidikan berbasis pesantren yang unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman. Selain spiritualitas, aspek infrastruktur juga terus diperkuat.
“Santri tidak hanya butuh kitab dan kajian. Mereka juga butuh ruang tumbuh yang layak dan sehat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tegas Nasaruddin.
Dengan target penyelesaian sebelum MQK 2025, pembangunan ini diharapkan menjadi tonggak baru transformasi pendidikan pesantren di Kawasan Timur Indonesia.(mca-nm-eddy)
Editor: Hamzah
















