MEDIASINERGI.CO WAJO — Turnamen Sepak Bola Pemuda Pancasila Cup I resmi ditutup oleh Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos., M.M di Lapangan Andi Pallawarukka, Maroanging, Kecamatan Pammana, Senin (4/8/2025). Turnamen ini menjadi magnet persatuan dan hiburan warga jelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turnamen yang digelar sejak Sabtu (26/7) ini diikuti oleh 16 tim perwakilan desa dan kelurahan se-Kecamatan Pammana. Tak hanya menghadirkan kompetisi sengit di lapangan, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarmasyarakat.
“Hal baik tentu akan menghasilkan hal baik pula. Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, Pemuda Pancasila, KONI, dan Pemerintah Kecamatan Pammana atas kerja kerasnya menyukseskan acara ini,” ujar Bupati Rosman saat menutup turnamen.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga, karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi kesehatan dan hiburan, tapi juga dari sisi ekonomi dan sosial.
“Pemerintah akan terus hadir dalam kegiatan positif seperti ini. Karena turnamen seperti ini bisa memicu semangat persatuan, memperkuat karakter pemuda, dan juga menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Wajo, Abdul Rahim, mengungkap bahwa turnamen ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara organisasinya, Pemerintah Kecamatan Pammana, dan KONI Wajo, dengan dukungan penuh dari Pemkab.
“Tujuan kami jelas, untuk mempererat kebersamaan, memperkenalkan kembali eksistensi Pemuda Pancasila di masyarakat, serta menyemarakkan hari kemerdekaan dengan cara positif,” ujarnya.
Sementara Camat Pammana, Amsir A.T, menyambut baik gelaran ini karena respons masyarakat sangat positif. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga memberi dampak nyata pada geliat UMKM lokal.
“Warga sangat antusias, dan kita lihat UMKM di sekitar lapangan hidup kembali selama turnamen berlangsung. Ini langkah konkret dalam mendongkrak ekonomi kecil masyarakat,” jelasnya.
Turnamen ini ditutup dengan suasana penuh semangat dan haru. Di balik kemenangan dan kekalahan tim-tim peserta, semangat gotong royong dan kebersamaan adalah pemenang sejati.
Dengan semangat kemerdekaan, Pemuda Pancasila Cup I menjadi awal dari tradisi baru di Wajo — bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi juga pemersatu bangsa.(Adv)











