“Tujuan kami jelas, untuk mempererat kebersamaan, memperkenalkan kembali eksistensi Pemuda Pancasila di masyarakat, serta menyemarakkan hari kemerdekaan dengan cara positif,” ujarnya.
Sementara Camat Pammana, Amsir A.T, menyambut baik gelaran ini karena respons masyarakat sangat positif. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga memberi dampak nyata pada geliat UMKM lokal.
“Warga sangat antusias, dan kita lihat UMKM di sekitar lapangan hidup kembali selama turnamen berlangsung. Ini langkah konkret dalam mendongkrak ekonomi kecil masyarakat,” jelasnya.
Turnamen ini ditutup dengan suasana penuh semangat dan haru. Di balik kemenangan dan kekalahan tim-tim peserta, semangat gotong royong dan kebersamaan adalah pemenang sejati.
Dengan semangat kemerdekaan, Pemuda Pancasila Cup I menjadi awal dari tradisi baru di Wajo — bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi juga pemersatu bangsa.(Adv)
















