Ia juga menyampaikan bahwa spiritualitas yang kuat akan mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polri sangat mendukung kegiatan seperti ini. Masyarakat yang religius dan tenang batinnya tentu akan lebih mudah diajak bekerja sama menjaga kamtibmas. Kami harap, anggota Polres juga bisa mengambil bagian dalam gerakan ini, sebagai contoh dan inspirasi bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Wajo menegaskan bahwa gerakan ini diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat karakter dan keimanan masyarakat Wajo,” ujar Bupati.
Melalui momentum ini, Pemkab Wajo berharap agar seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dapat terus menyemarakkan masjid dan mushola dengan ibadah berjamaah, khususnya Sholat Dhuha sebagai penguat spiritual dan karakter.(r)
















