Selanjutnya, Munafri menekankan bahwa budaya, khususnya di Kota Makassar tidak boleh hanya sebatas seni pertunjukan, tetapi harus menjadi karakter dalam kehidupan masyarakat.
Ia mendorong integrasi nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum pendidikan dasar, memperkenalkan aksara Lontara, corak kain sutra Bugis-Makassar, hingga mendorong setiap kantor pemerintahan dan sekolah menampilkan identitas budaya lokal.
Munafri berpesan agar melalui momen festival budaya ini, Pemkot Makassar dapat menggambarkan nilai persatuan diantara banyaknya perbedaan budaya di Kota Makassar.
“Di festival ini, kita tidak menonjolkan ragam budaya sebagai perbedaan, tapi sebaliknya jadikan perbedaan sebagai perekat persatuan” tegasnya.
Terakhir, ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memutar lagu-lagu daerah di instansi pemerintah, sekolah, hingga acara publik, sebagai upaya memperkaya khazanah budaya utamanya generasi muda di tengah kemajuan informasi dan teknologi.
Ia berharap Festival Bulan Budaya 2025 ini menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Makassar, sekaligus menghidupkan sektor ekonomi kreatif melalui pariwisata budaya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















