“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat—baik itu jalan, irigasi, bantuan untuk petani, pendidikan, maupun kesehatan—semuanya kita usahakan masuk dalam skala prioritas pembangunan. Saya percaya, dengan komunikasi yang baik antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat, setiap kebutuhan akan lebih mudah diwujudkan,” jelasnya.
Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan di Wajo. Ia menyebutkan bahwa peran masyarakat sangat besar dalam memberikan masukan yang konkret agar program yang dijalankan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Saya hanyalah penyambung lidah masyarakat di DPRD. Tanpa aspirasi dari warga, kami tidak akan mampu memperjuangkan apa yang sebenarnya dibutuhkan. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus terbuka menyampaikan masukan, agar pembangunan kita semakin inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Amran berharap setiap aspirasi yang telah dihimpun bisa menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah, baik dalam jangka pendek melalui APBD Perubahan 2025, maupun jangka menengah dan panjang melalui APBD Pokok 2026 dan seterusnya.(r)
















