Selain persoalan talud, Komisi III juga mempersoalkan kualitas semen yang digunakan dalam proyek tersebut. Diduga material semen yang dipakai memiliki kualitas kurang memadai untuk konstruksi jalan di daerah rawan banjir.
“Kami minta memakai semen yang berkualitas,” lanjut Andi Bayuni.
Andi Bayuni menambahkan, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Wajo. Komisi III memastikan setiap proyek yang menggunakan anggaran daerah dikerjakan sesuai standar dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
“Bukan cuma jalan Lajokka-Macero tapi kami akan tinjau proyek-proyek yang ada di 14 Kecamatan di Kabupaten Wajo,” tegasnya.(Humas DPRD Wajo)
















