Selain itu, negara juga melibatkan pesantren dalam program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dua program yang dinilai sebagai bentuk investasi masa depan bagi santri agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Lebih lanjut Menang menyampaikan pesan kepada seluruh santri agar menjadikan Hari Santri sebagai momentum kebangkitan.
“Santri masa kini tidak hanya harus menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital harus dijadikan ladang dakwah baru yang membawa kemaslahatan,” pesannya.
Menag menegaskan, masa depan Indonesia akan ditulis oleh tangan-tangan para santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Karena itu, tradisi pesantren harus terus dijaga, sambil membuka diri terhadap inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Santri bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga pembawa solusi. Dengan ilmu dan akhlak, mereka adalah harapan untuk Indonesia yang damai, berkeadaban, dan maju,” tutupnya.(Tan)
















