MEDIASINERGI.CO WAJO — Langit sore di Lapangan Merdeka Sengkang berpendar keemasan ketika kain-kain sutera mulai berayun di atas panggung Festival Danau Tempe 2025. Suara musik tradisional berpadu dengan sorak penonton yang antusias menyaksikan barisan peserta Sengkang Silk Fashion Carnaval—ajang tahunan yang telah menjelma menjadi perayaan identitas kultural masyarakat Wajo.
Di antara sorot lampu dan tepuk tangan, sepasang figur melangkah anggun. Sekretaris Dewan DPRD Wajo, Andi Ismirar Sentosa, dan sang istri, Andi Irna Fasihi, tampil memukau dalam balutan busana hitam berpadu motif kotak-kotak khas sutera Sengkang. Tidak berlebihan bila malam itu, pandangan publik tertuju pada mereka—sebuah harmoni antara keanggunan, kepercayaan diri, dan kebanggaan terhadap warisan lokal.
Sorotan itu pun berbuah manis. Untuk kali kedua, Sekretariat DPRD Wajo menyabet Juara Pertama Sengkang Silk Fashion Carnaval tingkat Kepala OPD se-Kabupaten Wajo. Sebuah capaian yang bukan sekadar simbol kemenangan, tapi juga pernyataan cinta terhadap budaya yang telah menjadi napas masyarakat Tanah Sutera ini.
“Kami sangat bersyukur bisa mengulang prestasi yang sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Ismirar usai menerima penghargaan, dengan senyum tenang di balik sorban hitam yang menambah karismanya. Ia baru sebulan dilantik menjadi Sekwan DPRD Wajo, namun sudah menorehkan catatan kecil yang hangat dalam memori masyarakat Wajo.
Bagi Ismirar, kemenangan itu bukan hanya tentang keindahan busana atau keanggunan langkah di atas panggung. Lebih dari itu, katanya, ini adalah cara lembut untuk menjaga dan memperkenalkan budaya sutera kepada generasi muda.
















