Seluruh rangkaian kegiatan ini menyatukan satu pesan besar,
bahwa ulang tahun Kota Makassar bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh warganya.
Bahwa pemerintah hadir bukan hanya dengan janji, tetapi dengan bukti.
Dan bahwa Makassar kini melangkah menuju masa depan dengan harmoni, inovasi, dan kebersamaan.
Selama empat abad lebih, Makassar telah menjadi saksi perubahan zaman, dari masa pelaut dan pedagang rempah hingga kini menjadi kota yang berlari cepat dalam arus modernisasi.
Setiap pemimpin datang membawa semangat baru, dan hari ini tongkat estafet itu berada di tangan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham.
Dua sosok ini melanjutkan perjalanan panjang kota dengan visi yang berpijak pada pelayanan, harmoni, dan kemajuan bersama rakyat. Semangat untuk terus tumbuh, berbenah, dan berbuat untuk sesama.
Kini perjalanan kota menuju masa depan dengan semangat dan visi besar yang mereka sebut “MULIA”. Ini bukan sekadar slogan. Tapi, kompas moral dan arah pembangunan, akronim dari Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.
Sebuah visi yang lahir dari kesadaran bahwa kota besar tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi dan kemajuan teknologi, tapi dari kualitas hidup warganya, rasa aman di lingkungannya, serta kesempatan yang merata bagi semua.
Munafri dan Aliyah ingin menjadikan Makassar sebagai kota yang unggul dalam pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik, sekaligus inklusif, di mana setiap warga, tanpa terkecuali, merasakan manfaat pembangunan.
Sebuah kota yang aman dan nyaman untuk tumbuh, bekerja, dan berkeluarga, serta berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian lingkungan.
Dari visi besar itu, lahirlah tujuh misi utama yang menjadi panduan nyata arah pembangunan Makassar, memperkuat daya saing ekonomi, memeratakan layanan pendidikan dan kesehatan, membangun infrastruktur yang berkeadilan, mengembangkan seni dan budaya.
Selain itu, komitmen untuk menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan, serta memastikan ketertiban dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Namun, bagi Munafri – Aliyah, visi tidak cukup hanya ditulis diatas kertas sebagai artefak, tapi diwujudkan tindakan nyata. Karena itu, mereka menurunkan gagasan besar tersebut ke dalam program-program konkret yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Mulai dari gratis seragam sekolah bagi anak didik, pembebasan iuran sampah, hingga pemasangan instalasi air bersih tanpa biaya bagi warga berpenghasilan rendah.
Di bidang olahraga dan kebanggaan daerah, Appi-Aliyah menggagas pembangunan stadion bertaraf internasional, lokasi di kawan Untia, Kecamatan Biringkanaya.
Dalam hal perlindungan sosial, hadir Program MULIA Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial), yang menjamin kesejahteraan pekerja formal dan informal.
Sementara dalam bidang teknologi dan inovasi pelayanan publik, diluncurkan MULIA Super Apps (LONTARA+), sistem digital terpadu yang memudahkan warga mengakses berbagai layanan pemerintahan.
Tak berhenti di situ, semangat kreatif juga hidup melalui MULIA Creative Hub di setiap kecamatan, ruang kolaborasi bagi anak muda untuk berinovasi, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.
Semua langkah ini menegaskan satu hal bahwa, Makassar bukan hanya sedang dibangun secara fisik, tetapi juga sedang dirajut secara batin, dengan visi yang berpihak pada masyarakat, budaya, dan masa depan lebih baik. #Sejahtera Warga, MULIA Kota’ta#.
Kado Kerja nyata dari Munafri-Aliyah di HUT ke‑418
1. Makassar Creative Hub (MCH) – gedung 5 lantai:
– Diresmikan 7 Nov 2025 hasil kerja sama Pemkot‑LMAN.
– Lantai 1: area publik & literasi, tempat warga berinteraksi dan menyalurkan ide.
– Lantai 2: ruang kolaborasi & edukasi.
– Lantai 3: galeri & area pameran seni‑kreatif lokal.
– Lantai 4: manajemen & produksi konten kreatif.
– Lantai 5: rumah hijau, urban farming, simbol keberlanjutan.
2. Program Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) SD:
– Diluncurkan di Museum Kota Makassar, 7 Nov 2025, kerja sama Pemkot‑UNM.
– Fokus pada pendidikan karakter, kearifan lokal, sopan‑santun, serta bahasa Inggris.
– Bertujuan menumbuhkan generasi yang cerdas akademik dan berakar budaya.
3. Bedah Rumah:
– 62 unit rumah dibedah: 22 APBD, 40 CSR.
– Tersebar di Ujung Tanah, Bontoala, Tallo, Panakkukang.
– Sasarannya warga berpenghasilan rendah dengan rumah tidak layak huni.
4. Dekranasda & Makassar Craft Expo 2025:
– Capacity building bagi 50 perajin di Trans Studio Mall (7‑9 Nov).
– Diberi 5 unit mesin jahit, pelatihan perizinan, standardisasi, sertifikasi produk.
– TP PKK Makassar juga menggelar aksi sosial lain.
5. Isbat Nikah Massal:
– 33 pasangan dari 15 kecamatan ikuti sidang isbat di Lapangan Karebosi, kerja sama Dinas Sosial, Pengadilan Agama, KUA.
– Memberi pengakuan hukum pada pernikahan yang sebelumnya hanya sah secara agama.
6. Kesehatan masyarakat:
– Sunatan massal untuk 418 anak, donor darah 350 pendonor, pemasangan gigi palsu 300 orang (Rekor MURI).
– Layanan pemeriksaan gratis: tekanan darah, mata, gigi.
– Semua digelar oleh Dinas Kesehatan.
7. Optimalisasi Jaminan Tenaga Kerja (Makassar Berjasa):
– 263.903 pekerja terlindungi (52 %).
– 6.190 perusahaan terdaftar, klaim JHT, JKK, JKN, JP, JKP, beasiswa total Rp 387,4 miliar.
– Perlindungan tambahan untuk 27.750 non‑ASN, RT/RW, kader posyandu/KB, pekerja keagamaan, serta 35.672 pekerja informal/rentan.
– Universal Coverage Jamsostek mencapai 63,47 % (melebihi target nasional 57,10 %).
8. Early Warning System (EWS) banjir:
– BPBD pasang tiga alat peringatan dini di Sungai Kajenjeng (Manggala), Sungai Biring Je’ne (Biringkanaya), dan Sungai Tello (Panakkukang).
– Sistem memberi alarm & sirene saat debit air melewati ambang batas.
9. Makassar Great Sale 2025:
– Diskon hingga 49 % di 7 pusat perbelanjaan (7 Nov‑6 Des 2025).
– Aksi promosi ekonomi lokal, memberi peluang penjualan bagi UMKM.
10. Layanan publik gratis di Lapangan Karebosi:
– RSUD Daya: cek tekanan darah, mata, gigi.
– Disdukcapil: perekaman KTP, cetak dokumen.
– DPM‑PTSP & Dinas Koperasi/UMKM: konsultasi perizinan & pameran produk.
– Diskominfo: sosialisasi aplikasi –
– Makassar Super Apps LONTARA+ (358 aplikasi terintegrasi).
– Dinas Kebudayaan: kirab budaya, DP2: promosi urban farming.
Progres Program terealisasi (sejak dilantik 20 Feb 2025), sebagai Kado HUT Kota Makassar
– Iuran sampah gratis untuk warga kurang mampu di 15 kecamatan.
– Sambungan pipa PDAM gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah utara.
– Seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, baik di daratan maupun di pulau‑pulau. Program sudah berjalan dan akan ditingkatkan tahun depan.
– Penataan & pembersihan kanal, pasar, serta lapak pinggir jalan. Pelaksanaan “Jumat Bersih” untuk menjaga estetika kota.
– Pengaspalan ruas‑ruas jalan yang kini mulai terlihat di beberapa sudut kota.
– Penataan aset tanah & gedung: 6 978 bidang tercatat sebagai aset Pemkot, 2 743 sudah bersertifikat (452 resmi atas nama Pemkot, 2 291 atas pihak lain), 4 235 masih belum bersertifikat. Pemkot menggandeng BPN untuk RDTR & GTRA.
– Penertiban aset kendaraan lewat Kejari Makassar: 51 unit kendaraan DPRD kembali (49 kini aktif), 185 unit di Setda (43 diambil kembali pada tahap pertama) total 92 unit kini kembali.
– Komitmen Anti Korupsi : Fakta integritas bersama KPK, penolakan gratifikasi, serta transparansi pengelolaan aset.
– Penyerahan PSU (Perumahan): 181 perumahan seluas 2 272 380 m², nilai aset ≈ Rp 5,78 triliun.
– Kerjasama perguruan tinggi: Kurikulum muatan lokal di SD untuk memperkuat jati diri, etika, dan sopan santun generasi muda.
– Perbaikan drainase di 6 titik langganan banjir (Blok 8‑10 Antang, Kodam III, Jalan Pettarani, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Jalan Faisal‑Bontomene, Jalan (Sulawesi‑Nusantara), serta penanganan genangan di Pettarani & Urip.
– Proyek jalan baru*: Jalan Manggala‑Perintis (3,8 km, lebar 30 m) untuk mengurangi kemacetan lintas kecamatan.
– Pengelolaan sampah: Program komposter, maggot, eko‑enzim, dan urban farming di 15 kecamatan & 153 kelurahan/RT‑RW.
– Pelatihan kerja difabel: 22 penyandang disabilitas dilatih di Makassar Creative Hub bekerjasama dengan BLK Makassar.
– Pabrik es pertama di Pulau Barrang Lompo (Kec. Sangkarrang) untuk kerjasama Pemprov Sulsel, PT PLN, dan Pemkot Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















