“Mereka juga tanya persoalan non tunai. Ini kan memang konsepnya Pak Wali, bagaimana supaya bisa non tunai supaya pendapatan transparan, langsung masuk ke kas daerah dan bisa kita lihat secara langsung hasilnya seperti apa. Tidak lazim lagi belok-beloknya,” jelasnya.
Dua anggota DPRD Kota Sukabumi yang hadir berasal dari Komisi C, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.
Kunjungan berlangsung dalam suasana diskusi terbuka yang juga membahas pengawasan juru parkir dan tantangan implementasi non-tunai di lapangan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan saling bertukar pandangan mengenai strategi penguatan regulasi parkir sebagai upaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik di kedua daerah.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















