MEDIASINERGI.CO WAJO — Pembukaan Festival UMKM Karang Taruna Wajo 2025 di Lapangan Merdeka Sengkang, Kamis malam 4 Desember 2025, menandai langkah serius pemerintah daerah dalam merumuskan strategi baru penguatan ekonomi rakyat.
Bupati Wajo Andi Rosman, yang hadir bersama jajaran Forkopimda dan unsur pemerintahan daerah lainnya, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari desain besar pengembangan UMKM sebagai sektor penopang ekonomi Wajo.
Festival tahun ini memotret perubahan pendekatan pemerintah terhadap sektor UMKM, yang kini diarahkan bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perluasan akses pasar hingga tingkat internasional.
Menurut Andi Rosman, potensi UMKM Wajo selama ini masih terfragmentasi dan memerlukan intervensi yang bersifat menyeluruh agar mampu bersaing.
“Kita perlu memperkuat ekosistem UMKM, dari hulu hingga hilir. Tidak cukup hanya memamerkan produk—yang kita dorong sekarang adalah bagaimana produk Wajo bisa bersaing di pasar nasional, bahkan menembus pasar global,” tegasnya.
Kehadiran lengkap jajaran Forkopimda—mulai Kapolres, Dandim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga Kemenag Wajo—menunjukkan bahwa pengembangan UMKM kini menjadi agenda strategis lintas sektor.
Pemerintah ingin memastikan ada dukungan kebijakan, keamanan, regulasi, hingga literasi hukum yang dapat memperkuat pelaku usaha.
Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah pusat yang menempatkan UMKM sebagai katalis pemulihan ekonomi. Di tingkat daerah, Andi Rosman memandang kolaborasi multipihak sebagai kebutuhan mendesak untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor UMKM di Wajo.
“Kita butuh ekosistem yang saling menopang: pelatihan, teknologi produksi, akses permodalan, dan pasar. Festival UMKM ini adalah salah satu pintu masuknya,” kata Bupati.
Festival UMKM Karang Taruna 2025 menampilkan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, lomba seni, hingga dialog pengembangan UMKM. Namun lebih dari itu, festival ini menjadi semacam laboratorium ekonomi rakyat—tempat para pelaku usaha kecil menguji respons pasar, mempresentasikan inovasi produk, dan mencari jejaring pemasaran baru.
















