Di sektor pendidikan, Munafri mencontohkan peluang pola kolaborasi yang mampu memperluas akses pendidikan tanpa mematikan peran sekolah swasta, sekaligus memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu dapat diwujudkan melalui kerja sama Pemkot Makassar dengan sekolah-sekolah dasar Muhammadiyah dalam menjawab keterbatasan ruang kelas. Sementara pembiayaan peserta didik menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Makassar.
“Solusi sosial tidak perlu besar, tetapi dampaknya nyata bagi masyarakat. Di sinilah kami membutuhkan pandangan akademik dan peran alumni untuk membedah persoalan secara bersama,” jelasnya.
Munafri juga membuka ruang kolaborasi di sektor pendidikan, infrastruktur, hingga persoalan sosial melalui forum-forumcbersama antara Pemkot Makassar, Unismuh, dan DPP IKA untuk mengidentifikasi serta merumuskan berbagai persoalan kota yang dapat diselesaikan secara kolaboratif.
Ia menyampaikan harapannya agar alumni dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk terlibat aktif dalam pembangunan Kota Makassar.
Tidak lupa, Munafri mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus DPP IKA Unismuh Makassar Masa Jabatan 2026-2030 yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru ini menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















