Kemnaker, lanjut Cris, menyiapkan dua skema integrasi. Skema pertama adalah integrasi penuh, yaitu lowongan tampil di Karirhub dan pencari kerja bisa melamar tanpa berpindah platform. Dengan persetujuan pengguna, data lamaran dikirimkan kepada perusahaan melalui portal pekerjaan mitra, sementara proses rekrutmen mulai seleksi awal, wawancara, hingga keputusan akhir diterima atau ditolak dikelola oleh perusahaan melalui portal pekerjaan mitra. Status proses rekrutmen dapat dipantau secara otomatis melalui Karirhub. Skema integrasi penuh ini telah diterapkan pada portal pekerjaan HiredToday.
Skema kedua adalah semi full integrasi, di mana lowongan kerja dari job portal mitra tetap ditampilkan di Karirhub, namun pencari kerja yang ingin melamar akan diarahkan ke situs web job portal masing-masing untuk melakukan registrasi dan proses lamaran. Pada skema ini, Karir hub berperan sebagai media publikasi lowongan kerja, sedangkan seluruh proses rekrutmen dilakukan sepenuhnya di platform portal kerja mitra. Skema semi integrasi penuh saat ini sudah diterapkan pada Toploker, Redy, dan Glints.
“Ke depan kerja yang sama ini akan terus terjadi ketegangan dan diperkuat agar akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja yang terpercaya semakin mudah, sekaligus membuka lebih banyak pilihan peluang kerja lintas sektor,” kata Cris.
Berdasarkan data Pusat Pasar Kerja Kemnaker, sepanjang tahun 2025 terdapat 115.182 lowongan kerja di Karirhub dari 2.135 perusahaan. Kemnaker mengajak masyarakat memanfaatkan Karirhub melalui tautan resmi, memperhatikan penanda sumber lowongan, dan menggunakan informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan kerja secara lebih aman dan tepat. (Humas Kemnaker)
















