Home / Advertorial / Sulsel / Wajo

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:02 WIB

Setahun Menguji “Wajo Maradeka” (Catatan 1 Tahun Kepemimpinan AR Rahman di Bumi Lamadukkelleng)

Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Wajo memimpin Bumi Lamadukkelleng. Satu tahun menghadapi ujian, memperkuat fondasi, dan meneguhkan arah pembangunan.

Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Wajo memimpin Bumi Lamadukkelleng. Satu tahun menghadapi ujian, memperkuat fondasi, dan meneguhkan arah pembangunan.

Laporan Eddy Mulyawan Paremma’rukka

MEDIASINERGI.CO WAJO – Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk membaca arah, tetapi belum tentu cukup untuk menilai hasil akhir. Bagi duet Andi Rosman dan Baso Rahmanuddin, 12 bulan pertama memimpin Kabupaten Wajo menjadi fase konsolidasi: merapikan fiskal, membenahi infrastruktur, serta memperkuat layanan dasar. Di atas semua itu, ada satu janji besar yang menjadi payung kebijakan Wajo Maradeka.

Visi tersebut—Maju, Religius, Bermartabat, Terdepan, dan Berkeadilan dirancang bukan sekadar sebagai slogan, melainkan sebagai kerangka pembangunan lima tahunan. Tahun pertama menjadi momentum pembuktian awal: sejauh mana arah itu mulai diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret?

Konsolidasi Fiskal sebagai Titik Awal

Kebijakan paling strategis yang ditempuh adalah pengetatan anggaran. Pemerintah Kabupaten Wajo bersama DPRD menyepakati koreksi target pendapatan APBD 2026 menjadi Rp1,359 triliun. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan belanja dengan kapasitas riil daerah sekaligus menekan potensi pemborosan.

Efisiensi menjadi kata kunci.
Belanja yang dinilai kurang produktif dipangkas, sementara belanja modal khususnya infrastruktur jalan, jaringan, dan irigasi diprioritaskan. Di tengah tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya membangun kemandirian fiskal sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel. Namun, konsolidasi fiskal selalu memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia memperkuat disiplin anggaran. Di sisi lain, publik menuntut agar efisiensi tidak berujung pada perlambatan pelayanan.

“1 Tahun Menguji, Wajo Maradeka” menjadi momentum kebangkitan — menghadirkan pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang merata, dan harapan yang semakin nyata. Terus bergerak, terus melayani, demi Wajo yang lebih maju dan bermartabat.

Infrastruktur: Dampak yang Terlihat

Dampak paling nyata terasa pada sektor infrastruktur. Rekonstruksi jalan penghubung antarwilayah mulai dikerjakan melalui APBD. Di Kota Sengkang, Kecamatan Tempe, sejumlah ruas yang sebelumnya rusak seperti Jalan Serikaya, Cendana, hingga Gunung Patirosompe diperbaiki dengan alokasi sekitar Rp7,7 miliar pada 2025.

Perbaikan ini bukan sekadar soal aspal. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, risiko kecelakaan berkurang, dan aktivitas ekonomi bergerak lebih stabil. Dalam konteks visi “Maju”, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi yang konkret dan mudah diukur.

Tantangannya adalah memastikan pembangunan tidak terpusat di wilayah perkotaan saja. Pemerataan hingga kecamatan pinggiran akan menjadi indikator sejauh mana semangat “Berkeadilan” benar-benar dijalankan.

Pertanian: Prestasi dan Ujian Keberlanjutan

Sebagai daerah agraris, Wajo menempatkan pertanian sebagai sektor unggulan. Tahun ini, kabupaten tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu daerah penghasil beras tertinggi di Indonesia, dengan posisi kedelapan nasional.

Ditulis oleh Asmarani Harma

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Andi Rosman Hadiri Hari Tani dan Pesta Panen di Talotenreng, Tegaskan Dukungan untuk Petani

Mamuju

Panen Prestasi, Kabupaten Wajo Raih Juara II Kirab Swasembada Pangan Tingkat Provinsi

PINRANG

Paguyuban UPT SDN 240 Pinrang Laksanakan Peringatan Maulid Nabi Dengan Meriah Dan Hikmat

Sulsel

Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo untuk Air Baku

PWI

Perkuat Sinergi, PWI Sulsel dan Bank Mandiri Penjajakan Kemitraan Strategis

Sulsel

Cikoang Mulai Dilirik Unhas, Bupati Takalar: Gagasan Kawasan Maritim Terpadu Mulai Dijajaki

Sulsel

Perjuangan Gubernur Sulsel, PI 10 Persen Disetujui KKKS Dirjen Migas, Andi Rosman: Segera Ditindaklanjuti

Sulsel

Mengabdi 22 Tahun, Bupati Takalar Lepas Sekda Muhammad Hasbi Pindah Tugas ke Pemkot Makassar