MEDIASINERGI.CO
SOPPENG – Refleksi satu tahun memimpin Kabupaten Soppeng pasangan Bupati H. Suwardi Haseng, S.E dan Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle (SUKSES), menggelar acara refleksi satu tahun pemerintahan dirangkai buka puasa bersama di rumah jabatan bupati, Ahad 22 Februari 2026.
Acara dihadiri Forkopimda, pimpinan dan aggota DPRD, Kepala SKPD dan Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, pejabat Sipil, TNI dan Polri, Camat, Lurah, Kepala Desa, tokoh agama dan masyarakat, pimpinan organisasi dan undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan penayangan video perjalanan satu tahun kepemimpinan pemerintahan ,pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Soppeng dengan menampilkan sejumlah capaian sejumlah program . Bupati merasa bersyukur atas satu tahun pengabdian bersama wakil bupati untuk masyarakat Soppeng .Refleksi satu tahun kepemimpinan bukan sekadar seremoni melainkan panggung kejujuran untuk melihat sejauh mana janji telah ditunaikan dan tantangan yang masih menghadang .
Dikatakan ,diawal masa jabatannya menghadapi tantangan fiskal akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yakni pengurangan APBD sekitar Rp70.6 milyar pada TA 2025 dan kembali berkurang Rp188 milyar pada TA 2026 . Meski demikian pemerintahdaerah memilih jalur inovasi dan efisiensi tanpa membenani masyarakat. Secara makro hingga September 2025 ekonomi Soppeng tumbuh 4,73 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 73,63 persen dan angka kemiskinan pada kisaran 6,65 persen lebih rendah dari rata rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional. Begitupula inflasi November 2025 2,42 persen juga lebih rendah dari rata rata provinsi dan nasional.
Untuk sektor pendidikan dialokasikan anggaran 33,4 persen dari APBD 2025. Begitupula sejumlah program strategi pengadaan 5.400 seat seragam sekolah dan sepatu gratis untuk siswa SD dan SMP, pengadaan 65 unit smart board, rehabilitasi 20 satuan pendidikan melalui APBD dan revitalisasi 23 sekolah melalui APBN. Implementasi Sekolah Rakyat (SR) menjadi salsahsatu program strategis nasional yang berhasil dihadirkan di Soppeng yang ditetapkan sebagai salahsatu dari 100 titik tahap pertama oleh Kementerian Sosial RI dengan nama SR 64 Soppeng.
Tahun 2026 SR berkonsep boarding school dengan anggaran Rp243 milyar saat ini dalam proses pembangunan diatas areal 7,1 ha di Lingkungan Laempa Kelurahan Lalabatarilau. Atas komitmen tersebut pemkab Soppeng menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi terhadap kemajuan pendidikan.
Sektor kesehatan dipaparkan peningkatan layanan di RSUD Latemmamala mulai dari penyediaan obat, antrean JKN online, implementasi SIM RS hingga peningkatan ruang rawat inap sesuai standar KRIS. Defisit anggaran BLUD RSUD ditekan dari Rp18,8 milyar akhir 2024 menjadi Rp3,7 milyar pada akhir 2025. Selain itu penguatan Puskesmas, pembangunan unit transfusi darah serta alokasi Rp28,2 milyar mendukung Universal Health Coverage (UHC) Non – Cut Off.
Sektor pertanian yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi anggaran sarana dan prasarana Rp57,17 milyar mencakup pembangunan jalan usaha tani, irigasi, program listrik masuk sawah, bantuan alsintan serta benih uggul. Produksi padi meningkat 9,93 persen sementara jagung naik 32,50 persen dibanding tahun sebelumnya dan serapan gabah malampaui target 117 persen.
Untuk infrastruktur peningkatan dan preservasi enam ruas jalan sepanjang 3,7 km, penggantian dua jembatan, peningkatan dua ruas jalan melalui Inpres dan dukungan APBN Rp50 milyar. Aspek tata kelola pemerintahan Soppeng meraih 80.48 persen dalam Survei Penilaian Integritas (SPI)KPK menempatkan Soppeng peringkat pertama katagori zona hijau/terjaga di Sulsel dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 meningkat menjadi 88,53. (mar)
















