Home / Sulsel

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Peran Masjid, 500 Imam Dibina, Pemkot Makassar Targetkan Kualitas dan Keseragaman

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat kualitas ibadah dan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat terus ditunjukkan secara konkret.

Salah satunya melalui upaya peningkatan kapasitas para imam masjid, yang dinilai memegang peran strategis dalam membimbing umat, tidak hanya dalam pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat, bekerja sama dengan Bosowa Peduli menggelar kegiatan Coaching Clinic Imam Rawatib, di Masjid Agung 45, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa 17 Maret 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, Founder Bosowa Corporindo (Bosowa Group) Aksa Mahmud, Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Muhammad Syarif, serta para imam masjid dari berbagai wilayah di Kota Makassar yang antusias mengikuti pembekalan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seorang imam tidak hanya dituntut memiliki suara yang baik, tetapi juga harus kompeten dalam pemahaman fiqih, ketepatan bacaan, serta mampu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan dalam ibadah.

Menurutnya, imam yang berkualitas akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas jamaah serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.

“Imam adalah teladan, karena itu, kapasitasnya harus terus ditingkatkan, baik dari sisi ilmu, praktik, maupun kesiapan dalam memimpin pelaksanaan salat berjamaah,” ujarnya.

Baca Juga:  Pastikan Pandangan Fraksi pada APBD 2023, Danny Pomanto: Jadi Fokus Pemkot Makassar

Dalam kegiatan ini, para imam mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari pemahaman mendalam mengenai fiqih imamah, tata cara pelaksanaan salat sesuai sunnah, hingga penanganan berbagai persoalan teknis yang kerap terjadi saat salat berjamaah.

Selain teknis dalam salat keseharian, para imam juga dibekali peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj, guna memastikan setiap imam mampu memimpin ibadah dengan baik dan benar.

Coaching clinic ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi individu imam, tetapi juga mendorong adanya standarisasi bacaan dan praktik salat di seluruh masjid di Kota Makassar.

Dengan demikian, pelayanan ibadah kepada masyarakat dapat berlangsung lebih berkualitas, seragam, dan menenangkan bagi jamaah.

Oleh karena itu, Munafri menekankan pentingnya keseragaman dan peningkatan kapasitas imam rawatib dalam memimpin salat berjamaah di seluruh masjid di Kota Makassar.

Ia menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kesamaan pemahaman serta standar dalam praktik imamah di tengah masyarakat.

Pasalnya, berdasarkan pengalamannya berkeliling masjid di berbagai wilayah, ia masih menemukan perbedaan cara imam dalam memimpin salat.

Baca Juga:  Kapolda Sulsel Membuka Kegiatan Bakti Sosial, Bakti Kesehatan dan Pasar Murah di Mapolres Pinrang

“Selama ini saya berkeliling masjid di Kota Makassar, dan memang masih berbeda-beda cara imam. Sehingga dibutuhkan satu kesepahaman dan keseragaman agar imam bisa memberikan pencerahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perlu pembekalan dan adanya standar yang jelas, sehingga dalam pelaksanaan salat berjamaah berjalan lancar. Apalagi, imam rawatib memiliki peran yang sangat kuat dalam kehidupan beribadah di sebuah masjid.

Karena itu, melalui kegiatan coaching clinic ini, Pemerintah Kota Makassar mendorong adanya proses introspeksi sekaligus penyusunan pedoman atau guidelines yang dapat diikuti bersama oleh para imam.

Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga memperkuat kapasitas imam secara menyeluruh.

Munafri menegaskan, peran imam tidak sebatas memimpin salat. Lebih dari itu, imam diharapkan mampu menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat interaksi sosial dan penyelesaian berbagai persoalan umat.

“Masjid bukan lagi hanya tempat ritual salat lima waktu, tetapi harus menjadi ruang interaksi masyarakat, termasuk dalam menyelesaikan persoalan sosial,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan ini dihadiri sekitar 500 imam rawatib, dari total sekitar 1.300 imam yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.

Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi, sekaligus menjadi catatan untuk keberlanjutan program serupa di masa mendatang.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pertanggungjawaban APBD 2025 Disepakati, Appi: Masukan DPRD Jadi Catatan Penting

Sulsel

Lewat SiAKSES, Proper Sekretariat DPRD Makassar Ubah Layanan Keuangan Jadi Serba Real-Time

Sulsel

Wali Kota Munafri Sambut Peserta Rakernas BAMAGNAS ke-V di Makassar

Sulsel

FLS3N Nasional 2026: Enam Wakil Harumkan Makassar di Nasional, Pemkot Siapkan Beasiswa Prestasi

Sulsel

Kadis Kominfo Goes to School Sambangi Bonetambo, Anak Pulau Dibekali Kecakapan Digital

ENREKANG

Pelayanan Sampah Enrekang Belum Maksimal, Armada Minim

Sulsel

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Takalar Luncurkan Program Sekolah Bahasa Inggris

Sulsel

Di Forum UCLG ASPAC, Munafri Bongkar Bongkar Strategi Besar Makassar Atasi Sampah