“Iya, dari kecil memang sering diceritakan (ayah) kalau setiap tiba di Makassar itu pasti beli nyuknyang,” katanya.
Sherly juga mengapresiasi jamuan yang disuguhkan Munafri bersama Melinda, yang menurutnya menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan.
“Terima kasih hari ini saya diajak makan siang oleh Wali Kota bersama Ibu Ketua TP PKK. Tadi ada sop konro, nyuknyang, es pisang ijo, semuanya enak. Di Sulawesi Selatan itu makanannya enak, pilihannya cuma dua, enak dan enak sekali,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan kunjungannya silaturahminya ke Munafri selaku Wali Kota Makassar juga dimanfaatkan untuk belajar mengenai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengendalian inflasi.
Ia menjelaskan Maluku Utara dan dan Kota Makassar memiliki jumlah penduduk yang relatif setara, sekitar 1,4 juta jiwa. Namun ia menilai Makassar mampu mengelola APBD secara optimal.
“Jadi kami ini sama-sama 1,4 juta jiwa, tapi uangnya Pak Wali ini (APBD) lebih banyak dari saya (Maluku Utara). Jadi kami juga belajar bagaimana meningkatkan PAD dan bagaimana menjaga inflasi. Makassar sebagai salah satu kota di Indonesia Timur yang sangat padat dan pertumbuhannya sangat bagus,” jelasnya.
Diketahui, kunjungan Sherly ke Makassar didahului dengan kehadirannya pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar beberapa hari sebelumnya di Kota Daeng ini.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















