“Yang paling penting bagaimana siswa ini memahami cara menjaga dirinya. Anak-anak ini kadang belum paham, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk penyimpangan maupun tindakan predator,” jelasnya.
Ari juga menyoroti minimnya anggaran yang dimiliki DPPA dalam menjalankan program sosialisasi. Meski begitu, ia mengapresiasi rencana DPPA untuk tetap melakukan edukasi melalui media sederhana.
“Memang kemarin dari DPPA mengakui keterbatasan anggaran, tetapi mereka berencana membuat selebaran yang akan disampaikan ke sekolah-sekolah. Nantinya dibacakan oleh kepala sekolah saat upacara, sehingga semua siswa, guru, dan wali kelas bisa mendengarkan,” katanya.
Ia berharap, langkah tersebut dapat menjadi solusi awal untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak di lingkungan pendidikan terkait pentingnya menjaga diri dan mencegah perilaku yang tidak sesuai.
“Dengan sosialisasi yang massif, kita harap anak-anak bisa lebih memahami dan lebih waspada, sehingga bisa melindungi diri mereka dari potensi bahaya,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















