Ia pun menambahkan, keberadaan pasar di Barombong bukan sekadar soal tempat berjualan, melainkan tentang menjaga kedaulatan ekonomi Makassar di wilayah perbatasan.
“Jika para pedagang tidak segera direlokasi ke tempat yang memadai, ia khawatir roda ekonomi warga Barombong akan berpindah ke kabupaten tetangga,” bebernya.
“Kalau dihilangkan pasar kaget dan tidak direlokasi segera, ke mana warga Barombong akan berpasar? Ke Takalar? Ke Gowa? Sangat disayangkan jika roda ekonominya tidak di Makassar, padahal Barombong punya potensi pertanian dan kelautan yang luar biasa,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















